Penembakan Hanya Kepentingan Pihak Tertentu

Penembakan Hanya Kepentingan Pihak Tertentu

Timika – Piet Yanuarin, tokoh Paguyuban Kei di Timika mengatakan, sejumlah aksi penembakan di Timika terjadi akibat adanya kepentingan pusat.

“Jangan memutarbalikan informasi, ada orang-orang tertentu yang menjadi pengacau di areal PT Freeport, tujuannya agar Timika tidak stabil,” kata Piet dalam Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai, yang digelar Aliansi Demokrasi untuk Papua dan Jaringan Damai Papua, Selasa lalu.

Ia mengatakan, yang punya senjata di Timika hanya TNI, Polri dan TPN OPM. “Namun OPM tidak ada di Timika, terus siapa yang tembak-tembak?. Kekacauan di Timika disebabkan oleh banyak pihak selain diantaranya masyarakat sipil, kekacauan juga dilakukan oleh aparat,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa kasus penembakan di areal PT Freeport tak pernah tuntas. “Yang jaga itu tentara, wilayah penembakan di tempat yang berjarak sama seperti di Kali Kopi, itu jurang, jadi pelaku mau lari ke mana?. Kalau ada OPM, Timika sudah kacau dari dulu, misalnya  membakar mesin-mesin, kenapa tidak dilakukan dari dulu?” ujarnya.

Peserta Forum lainnya Muhammad Kadir mengatakan, tak ada OPM bersenjata di Timika. “Karena proteksi keamanan dari pemerintah sudah sangat luar biasa di areal PT Freeport,” ucapnya.

Senada dengan itu, Yoseph Rumarubun menambahkan konflik di Papua sudah diketahui dunia internasional. Banyak kasus pelanggaran HAM pelakunya sampai saat ini tidak dihukum.

“Kasus ini merupakan proyek para jenderal di pusat termasuk pergantian pejabat. Kenapa kasus penembakan tidak bisa diungkap sedangkan kasus teroris bisa diungkap,” katanya.

Ia menanyakan apa yang dikerjakan oleh Badan Intelejen Negara. “Jangan hanya jadikan Papua proyek dan lahan bisnis. Segera pemerintah tarik pasukan dari Papua,” tegasnya.

Ia berpendapat, trauma kekerasan yang dialami warga Papua akan membekas dan menjadi sejarah. “Cara–cara militer harus dihentikan, kalau tidak akan mati satu, tetap tumbuh seribu. Menambah pasukan berarti menambah masalah,” pungkasnya. (Tim/AlDP)