Berita

Penembakan di Papua Tidak Berat Diselesaikan

Manokwari–Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai rangkaian penembakan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal di Jayapura belakangan ini seharusnya bisa dengan cepat diungkap pelaku serta motifnya. Sebab, dari pola yang digunakan, menembak dengan sembunyi-sembunyi menunjukan para pelaku berjumlah sedikit dan tidak memiliki kekuatan besar.

“Gerakan pengganggu keamanan itu sebenarnya tidak masif karena orang melakukannya secara sembunyi, jadi seharusnya tidak terlalu berat untuk diselesaikan. Beda misalnya dengan kerusuhan, itu kan masif karena dilakukan orang banyak,” kata Mahfud usai memberi kuliah umum pada Rakernas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia di gedung KNPI Papua Barat di Sogun, kemarin.

Meski begitu, Mafmud mengaku belum mengetahui apa motif dari penembakan beruntun yang mengakibatkan keresahan warga Jayapura beberapa hari terakhir. Termasuk pula apakah peristiwa itu memiliki hubungan dengan Pemilu Gubernur Papua yang belum juga terlaksana sampai sekarang.

Mahfud tak ingin pula berspekulasi apakah penembakan yang telah merenggut korban jiwa itu berkaitan dengan gerakan internasional.

“Saya belum tahu apa motifnya, tetapi yang jelas masyarakat harus dapat jaminan keamanan baik dari aparat maupun sesama. Keamanan dan kenyamanan itu tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat, tetapi masyarakat juga harus bersama-sama,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang warga tewas setelah ditembak orang tak dikenal di depan kampus Universitas Cendrawasih, Minggu (10/6/2012)

Penembakan terjadi sekitar pukul 21.30 wit. Korban diketahui bernama Tri Sarono, 44, petugas keamaan Saga Mall Abepura. Saat penembakan, korban tengah menjalani pekerjaan sampingannya sebagai tukang ojek.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua. Sementara sepeda motor Vega R bernomor polisi DS 3815 AE, milik korban, diamankan petugas. (02/ALDP)