Berita

Penegakan Hukum Penting Untuk Menyelesaikan Permasalahan Antar Etnis di Kabupaten Keerom

Arso. Menurut, Hadi Susilo mantan kepala desa Arso II, Kabupaten Keerom memiliki masalah yang sangat kompleks, tapi banyak orang seperti tidak peduli apalagi pemerintah sepeti tidur.

“Kita kehilangan tokoh selain itu kecemburuan sosial dan ketidakadilan hukum menjadi masalah serius di Keerom,” Ujarnya pada saat diskusi Komunitas yang dilakukan oleh AlDP pekan lalu di kantor Distrik Arso.

Menurutnya pemerintah tidak peka melihat permasalahan di Keerom akibat sebagian besar pemerintah khususnya puluhan pimpinan SKPD tidak menetap di Keerom. Termasuk kepala distrik Arso, yang merupakan distrik utama di Kabupaten Keerom, dimana kepala distriknya seringkali tidak ada di tempat. Sehingga tidak mengetahui situasi di Keerom. Baik dalam konteks sosial, pemerintah, politik dan hukum.

Apalagi ketika pada tokoh masyarakat atau tokoh adat dan tokoh agama juga tidak mampu merespon secara tepat.

“Semua elemen lebih memilih diam, baik DPRD, adat dan tokoh masyarakat lainnya,” lanjutnya.

15 tahun Keerom berdiri menjadi kabupaten, tidak ada perkembangan yang siginifikan, masyarakat pun takut kritik pemerintah karena takut tidak mendapat proyek, misalnya.

Dia mengghendaki agar para tokoh masyarakat dan khususnya tokoh paguyuban kembali bersatu dan menata kekuatan. Permasalahan yang ada di Keerom yang seolah menjadi persoalan antar etnis, seharusnya diselesaikan melalui penegakan hukum untuk menghindari konflik antar etnis.

(Tim AlDP).