Berita

‘Pendatang’ Bahas Indikator Papua Tanah Damai

Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai di Kota Sorong

Sorong – Hamim Mustafa, Koordinator Divisi Demokrasi Aliansi Demokrasi untuk Papua mengatakan ada ketakutan tersendiri dari para ‘pendatang’ untuk membahas dialog Jakarta-Papua. Dialog seolah membahas Papua Merdeka.

Menurut dia, meskipun terjadi interaksi yang intensif sehari-hari antara warga asli dan non Papua, namun seolah ada ‘gap’ bahwa persoalan di Papua hanya menjadi milik orang asli saja. “Padahal apa yang terjadi sedikit banyak berimplikasi kepada siapa saja, termasuk pendatang,” kata Hamim di Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai yang diselenggarakan AlDP di Kota Sorong, Sabtu lalu (6/10).

Dalam presentasinya, Hamim juga memaparkan hasil Konsultasi Publik gagasan Dialog Jakarta Papua dari 6 kota di Tanah Papua yang pernah dilakukan oleh AlDP sepanjang tahun 2011.

Banyak hal menarik yang ditemukan oleh AlDP saat menyampaikan gagasan tersebut. Misalnya soal penyebutan dialog Jakarta Papua, apakah Papua dalam pengertian identitas atau persoalan. “Saat itu peserta menyatakan kalau Papua dalam konteks identitas, pendatang di Papua merasa bukan bagian dari permasalahan di Papua tapi kalau yang dimaksud Papua adalah persoalan maka semua sepakat itu menjadi tanggungjawab semua pihak yang hidup di tanah Papua,” jelasnya.

Terkait defenisi orang Papua, kata dia, muncul kategori mengenai para ‘pendatang’ yang telah puluhan tahun hidup di Papua. “Mereka disebut apa? Jika di negeri asalnya mereka sudah tidak dikenal dan dianggap pendatang, bagaimana mengakomodir kepentingan mereka di Papua,” ujarnya.

Hal menarik lainnya kata Hamim, muncul pula pernyataan mengenai buruknya penyelenggaraan pemerintahan. “Bahkan peserta mengakui adanya kegagalan Otsus, sebelumnya kita hanya mendengar Otsus gagal dalam kacamata orang Papua saja, tapi para pendatang juga melihat hal yang sama, hanya mereka sering dianggap bukanlah kelompok yang penting untuk didengar pendapatnya soal Otsus.”

Forum kajian berlangsung dari pagi hingga sore hari. Diawali dengan pengantar dari direktur AlDP, presentasi Hasil Konsultasi Publik dan Indikator Papua tanah damai oleh koordinator Divisi Demokrasi AlDP, Pandangan Umum oleh salah satu koordinator JDP, Dr. Muridan Satrio Widjojo, tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan Forum Diskusi Grup yang dipandu oleh Yusman Conoras dan Cory Silpa. Terakhir, digelar pleno hasil FGD. (Tim/AlDP)