Penasehat Hukum : Terdakwa Tidak Memiliki Niat untuk Melakukan Makar

IMG20150304113940Wamena – Bahwa terkait surat edaran Nomor 09/KDR-DADL/WLP/2014, perihal uluran permohonan dana yang menjadi salah satu Barang Bukti dari JPU untuk menjerat Areki Wanimbo, turut pula disanggah oleh penasehat Hukum terdakwa.

Surat itu didapat oleh polisi pada bulan Juli sebelum penangkapan Areki Wanimbo. Surat yang dikeluarkan atas nama Dewan Adat Lani Jaya itu dikonsep dan diketik oleh Piter Wanimbo. Kemudian Piter Wanimbo meminta Areki Wanimbo menandatangi atas nama ketua Dewan Adat Lani Jaya.

Pada pemeriksaan saksi dan terdakwa, Wanimbo mengatakan bahwa dirinya dipaksa oleh Piter Wanimbo karena sudah mepet waktunya dan Piter Wanimbo berjanji akan memberikan penjelasan.

“Bahwa terdakwa menandatangani surat itu karena dipaksa oleh Piter Wanimbo, meskipun terdakwa tidak mengetahui maksud dan tujuan surat. Hal ini nyata bahwa inisiatif untuk membuat surat bukan datang dari terdakwa, terdakwa tidak memiliki niat atau kehendak tersendiri,” jelas Anum Siregar.

Dalam Nota Pembelaannya, penasehat hukum Wanimbo juga menegaskan bahwa kliennya tidak mengetahui perkembangan dari surat yang diedarkan, tidak pernah diberikan penjelasan ataupun diberitahukan hasil sumbangan yang terkumpul. Juga tidak terlibat dalam tim yang akan dibentuk sebagaimana isi surat tersebut.

Tim penasehat hukum tak lupa mengambil pendapat dari terjemahan pasal terkait dengan makar yang diambil dari Memori van Toelichting dan mengaitkannya dengan pendapat pakar hukum pidana Prof. Moeljatno.

“Niat untuk melakukan makar harus 100 persen datang dari kehendak pelaku,pelaku melakukan dengan sengaja namun dari fakta persidangan diketahui bahwa terdakwa tidak memiliki niat untuk membuat surat,” jelas Siregar lagi.

Bahkan kemudian Siregar juga mengatakan bahwa kedatangan 1 wartawan asing bukanlah kehendak kliennya.
Lanjutnya, “terdakwa ditelepon oleh Domi Sorabut, tidak ada persiapan dari terdakwa untuk menyambut tamu-tamunya”.
Penasehat hukum terdakwa meminta agar terdakwa dibebaskan oleh majelis hakim dari segala dakwaan dan tuntutan hukum.

Usai membacakan Nota pembelaan, terdengar keluarga dan kerabat terdakwa memberikan tepuk tangan dalam ruang sidang.Sidang ditunda hingga tanggal 6 Mei 2015 untuk mendengarkan putusan dari majelis hakim.(Tim/AlDP).