Penasehat Hukum Telah Menyerahkan Napol kepada Pihak Keluarga

Penasehat Hukum Telah Menyerahkan Napol kepada Pihak Keluarga

Jayapura-Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan sejumlah persiapan lainnya,sebelum kepulangan ke Wamena, para narapidana politik yang diberikan grasi oleh presiden RI Joko Widodo, telah diserahkan kepada pihak keluarga oleh penasehat hukumnya.(23/05/2015).

Mereka adalah Yafrai Murib, Numbungga Telenggen, Linus Hiluka, Kimanus Wenda dan Apot Lokobal. Selain mereka berlima, ada sekitar 14 orang anggota keluarga mereka yang setia mendampingi mereka di AlDP sejak pembebasan mereka tanggal 9 Mei 2015.

“Awalnya mau diserahkan di Wamena, kami sudah mempersiapkan logistik dan tiket juga staf saya sudah lebih dulu ke Wamena untuk urus pengobatan lanjutan buat Yafrai dan Apot tapi kemudian ada permintaan dari mereka untuk diserahkan di Jayapura saja,saya pikir itu lebih baik,” demikian penjelasan Anum Siregar SH,MH, penasehat hukum narapidana politik peristiwa Pembobolan Gudang Senjata Kodim Wamena tahun 2003.

Anum Siregar mengatakan bahwa setelah penyerahan tersebut sudah tidak ada lagi hubungan hukum ataupun tanggungjawab dari dirinya dan AlDP terhadap kelima Napol tersebut. Penyerahan mereka dilakukan melalui Berita Acara Penyerahan yang dilakukan oleh Anum Siregar kepada Matius Murib sebagai perwakilan pihak keluarga.

Berita Acara tersebut, dibuat, dibacakan, disetujui serta turut ditandatangani oleh kelimanya.

“Saya hanya pesan dua hal. Pertama, tetap memantau perawatan medis mereka khususnya Yafrai dan Apot Lokobal. Yafrai bisa lumpuh atau lebih parah dari itu kalau tidak diurus kesehatannya. Surat berobat dan lainnya harus lebih dulu diurus di rumah sakit Wamena,”katanya yang menaruh perhatian serius pada penyakit stroke yang dialami Yafrai.

Lanjutnya,”Kedua, mereka Napol terlama dengan perlakuan yang berbeda, dipindah-pindah dan mendapat sorotan, kini didekati banyak pihak, ditawari macam-macam, mereka  harus dapat memahami dan memilah itu dengan baik, jika tidak, akan berdampak buruk pada diri mereka.Tidak selamanya yang namanya bantuan itu menolong, bisa sebaliknya”.

Dirinya merasa lega karena selama mendampingi Napol, sebelum dan setelah diberikan grasi,hingga diserahkan kepada pihak keluarga dapat berjalan dengan baik.

“Hal-hal yang mengejutkan kadang terjadi, ini wajar. Yang jelas saya bersyukur pada tuhan karena bisa menjadi bagian dari peristiwa yang luar biasa ini sejak mereka ditangkap 12 tahun yang lalu. 12 tahun itu bukan berlalu begitu saja, juga penuh kejutan dan tantangan. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang membantu dengan cara dan kapasitas mereka yang berbeda-beda,” Ujarnya usai dilakukan penyerahan.(Tim/AlDP).