Penasehat Hukum Memohon Buktar Tabuni Dibebaskan

Sidang Buktar Tabuni

Jayapura-Sidang perkara Buktar Tabuni hari ini Jum’at(21/09/2012) kembali digelar di Pengadilan Negeri Klas I A Jayapura dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dariPenasehat Hukum Buktar Tabuni yang tergabung dalam Tim Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penegakan Hukum Dan HAM Di Tanah Papua

Penasehat hukum dalam pembelaannya memohon  kepada Majelis Hakim  yang memimpin persidangan agar memutuskan, membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan pidana.

Selain itu meminta agar majelis hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum merehabilitasi nama baik terdakwa (Buktar Tabuni).

Menurut Tim Penasehat Hukum, pada saat pemeriksaan di persidangan tidak ada satupun saksi yang dapat memastikan bahwa Buktarlah yang melakukan pelemparan terhadap kantor Lapas Abepura.

“Tidak ada saksi satupun yang dapat memastikan bahwa yang memprovokasi massa adalah terdakwa Tabuni, hal ini berdasarkan fakta persidangan terkait keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU,” Demikian terang Simon Pattiradjawane SH.

Pledoi yang berjumlah sembilan belas halaman itu dibacakan secara bergantian oleh penasehat hukum Buktar.

Para penasehat hukum Buktar menyakini bahwa dari keterangan para saksi tidak ada satupun yang mengarah pada tuduhan dari JPU yang telah mendakwa Buktar melakukan penghasutan serta pengrusakan Lapas Abepura tanggal 3 desember 2011.

Setelah mendengar pembacaan pembelaan dari penasehat hukum Buktar Tabuni, Majelis hakim yang terdiri dari hakim ketua Aris Munandar, SH dan dua orang hakim anggota yakni Syors Mambrasar, SH dan Marko Erari, menunda sidang hingga tanggal 24 September 2012 dengan agenda Pembacaan Putusan.(Tim/AlDP)