Penasehat Hukum Areki Menolak Kesaksian Kasat Intel

IMG20150129104734Wamena – Penasehat Hukum Areki Wanimbo meminta agar Areki Wanimbo dibebaskan. Anum Siregar SH, MH dan Simon Patiradjawane, SH membacakan Nota Pembelaan setebal 52 halaman secara bergantian.(21/04/2015)

Dalam Nota Pembelaannya, Penasehat Hukum Areki menolak kesaksian yang disampaikan oleh Nursalam Saka. Nur Salam Saka adalah kasat Intel Polres Jayawijaya saat Areki ditangkap. Saat diperiksa, Nur Salam Saka mengatakan bahwa dirinya menerima informasi dari informan mengenai rencana ada transaksi senjata di rumah Areki.

“Informasi yang di dapat saksi dari informan yang biasanya merupakan informasi lisan. Saksi tidak melihat sendiri tapi mendengarkan dari orang lain. Saksi tidak dapat dikategorikan sebagai saksi. Dengan demikian keterangan Saksi Nursalam Saka patutlah disampingkan karena tidak bernilai sebagai alat bukti, ”demikian ujar Simon Patiradjawane,SH.

Lebih lanjut, Penasehat Hukum Areki juga menolak buku agenda yang ditemukan di salah satu kamar Areki Wanimbo.Buku itu menjadi salah satu barang bukti selain handphone Areki yang ditemukan saat penggeledahan di rumah Wanimbo tanggal 6 Agustus 2014.

Di dalam buku itu tertulis ‘beli senjata Enden Wanimbo Rp.6.400.000’.

Areki ditangkap di rumahnya karena polisi menduga terjadi transaksi senjata antara Areki dengan 2 wartawan asing.

“Bahwa selama persidangan jaksa penuntut umum tidak menghadirkan orang yang mengambil atau menemukan buku di dalam kamar tersebut. Waktu dilakukan penggeledahan di kamar tersebut, polisi tidak didampingi oleh salah satu pemilik rumah,maka kami berpendapat bahwa buku itu harus dikesampingan sebagai Barang Bukti,”jelas Patiradjawane SH dengan tegas.

Penasehat hukum terdakwa meminta agar terdakwa dibebaskan oleh majelis hakim dari segala dakwaan dan tuntutan hukum.

Areki Wanimbo dituduh melakukan makar, ditangkap dan ditahan polisi setelah rumahnya dikunjungi oleh 2 wartawan asing asal Perancis. Majelis hakim menunda persidangan hingga tanggal 06 Mei 2015 untuk membacakan Putusan.(Tim/AlDP).