Penangkapan Terdakwa Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Untuk Operasi Kamtibmas di Kampung Sasawa

IMG_2403Sorong-Pada agenda pemeriksaan saksi kasus Sasawa di Pengadilan Klas I B Sorong, Jaksa Penuntut Umum(JPU) menghadirkan 2 orang Saksi dari Kepolisian Polres Yapen yakni Ipda Arief Marianto SE dan M. Syukur.

Saksi Arief mengatakan bahwa kedatangan aparat Polri ke kampung Sasawa berdasarkan Surat Perintah dari kapolres Yapen.

“Sebelumnya dilakukan briefing pada malam hari di Polres Yapen dan operasi gabungan bersama aparat Kodim. Operasi dipimpin oleh Kapolres dan Dandim,” Ujarnya(08/09/2014).

Lebih lanjut saksi mengatakan bahwa operasi dilakukan dari dua arah, dari arah darat dengan menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari kota Serui dan juga melalui jalan laut.

“Operasi dilakukan karena Kapolres menerima informasi bahwa ada pelatihan militer di Sasawa sehingga dilakukan operasi kamtibmas,” jelasnya.

Saksi menjelaskan bahwa sebelum sampai di kampung Sasawa, tim gabungan sempat mendapat ‘rintangan’.

‘Ada bunyi tembakan tapi kami tidak tahu siapa”.

Selain itu, saksi menjelaskan bahwa timnya bertemu dengan Terdakwa II yakni Septinus Woniawai, Terdakwa I Jimmy Kapanai dan juga Terdakwa VI Cornelius Waniana. Ketiganya kemudian diamankan secara berurutan ke dalam truk dengan alasan menggunakan pakaian loreng, membawa sangkur dan ada yang membawa senjata rakitan. Kemudian timnya melanjutkan perjalanan ke kampung Sasawa.

Para terdakwa, khususnya Terdakwa I Jimmy Kapanai mengatakan bahwa dirinya melakukan hal tersebut karena diancam oleh Ferdinan Worabai.

Ke tujuh terdakwa yakni Salmon Windesi, Peneas Reri, Cornelius Woniana, Obeth Kayoi, Rudi Otis Barangkea, Jimmy Yermias Kapanai dan Septinus Worarai dituduh melakukan Makar dan memiliki senjata tajam oleh karena itu dikenakan pasal 106 KUHP dan UU Nomor 12 tahun 1951 mengenai Kepemilikan Senjata Tajam.(Tim/AlDP).