Penangguhan Penahanan Perlu Persetujuan Kapolda dan Kapolres

Penangguhan Penahanan Perlu Persetujuan Kapolda dan Kapolres

Serui-Penasihat hukum tersangka kasus Sasawa,Serui 1 Februari 2014 Corry Silpa,SH dan Yusman Conoras,SH menemui Kasat reskrim Polres Kabupaten Kepulauan Yapen, AKP Dodik Tri Hendro Siswoyo,SH.

Pertemuan dimaksud untuk menyampaikan 2 hal yaitu permintaan keluarga tersangka untuk menjenguk dan mengantar makanan setiap saat serta adanya permohonan penangguhan penahanan terhadap 6(enam) orang tersangka.

“Ada 2 hal yg memang kami minta kepada pihak Polres Kabupaten Kepulauan Yapen yaitu kunjungan keluarga terhadap tersangka secara ruitn untuk antar makanan dan keperluan lainnya serta kemungkinan penangguhan penahanan terhadap 6 orang tersangka”. Ujar Corry Silpa SH , salah satu penasihat hukum tersangka,pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut , Kasat reskrim Dodik Tri Hendro Siswoyo mengatakan bahwa pihaknya tidak merasa keberatan untuk hal kunjungan keluarga untuk membawa makananan dan keperluan lainnya.

” Asalkan kami harus mengetahui secara pasti pihak keluarga yang membawa makanan tersebut . Jika dalam beberapa waktu ini kami harus sedikit berhati-hati untuk menerima segala sesuatu dari luar untuk tersangka utamanya makanan dikarenakan jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan untuk Tersangka misalnya sakit keras, atau andaikan meninggal karena gara-gara makanan tersebut , kami yang nanti disalahkan karena selama para tersangka di tahan di Polres Serui maka ini menjadi tanggung jawab kami,” kata Dodik dalam pertemuan tersebut.

Lanjut Dodik, “untuk penangguhan penahanan adalah hak para tersangka yang sesuai dengan aturan hokum, namun karena kasus Sasawa adalah kasus makar maka kami perlu pertimbangkan secara baik-baik dan perlu ada persetujuan dari Kapolda Papua dan Kapolres”.(Tim/AlDP).