Berita

Penanganan Anak Butuh Komitmen dan Aturan Yang Jelas

Ilustrasi Penjara Anak

Merauke-Dalam penanganan kasus anak dibutuhkan komitmen dari semua pihak terkait baik itu kepolisian, kejaksaan dan pengadilan dengan  aturan yang jelas sehingga tidak berbelit-belit dan merugikan anak tersebut, “ kata kepala Badan Pemasyarakatan (Bapas) Merauke, Lelmalaya Yosoa, S.sos di ruang kerjanya saat ditemui Aldp Online pekan lalu.

Dari pengamatan dan pengalaman kerja selama ini terkait penanganan kasus anak, Yosoa mengatakan  belum ada  koordinasi terkait mekanisme dan aturan yang jelas, “ Terkesan semua pihak terkait bekerja sendiri-sendiri berdasarkan aturan masing-masing”.

Menurutnya tugas bapas bukan hanya mendampingi anak dalam proses hukum di tingkat kepolisian, kejaksaan dan pengadilan namun pihak Bapas berupaya agar anak yang menjadi pelaku tindak pidana tidak dihukum  atau masuk LP karena dengan menghukum anak dalam LP bukan menyelesaikan persoalan baginya (anak)  tetapi membuat masalah baru.

Katanya lagi, “Dalam penanganan kasus anak jangan hanya dilihat dari tindak  pidana yang dilakukan oleh anak tersebut, namun alangkah baiknya dilihat juga apa yang menjadi kebutuhan dan terbaik bagi anak tersebut, ” tegas Yosoa..

Oleh karena itu pihak bapas sangat menyayangkan ditanganinya persoalan anak yang berakhir dengan hukuman di LP. “Dengan memasukan anak di LP secara tidak langsung menghancurkan masa depan anak itu karena sudah pasti anak tidak dapat bersekolah lagi”.

“Pihak Bapas sedang berusaha agar anak sebagai pelaku tindak pidana tidak menjalani hukumannya di LP, sebaiknya dipulangkan atau dikembalikan pada orang tua dan melibatkan semua pihak untuk membimbing dan mengawasi anak tersebut, “katanya bijak.

Kedepan pihak Bapas berharap ada kerjasama dalam bentuk MOU dengan pihak terkait dalam penanganan kasus anak dengan tujuan memenuhi rasa aman dan memberikan perlindungan bagi anak. Kepala Bapas juga berharap agar pemerintah kabupaten Merauke ikut peduli dalam penanganan persoalan anak. (Tim/ALDP)