Penahanan Jhoni Dan Marthen Marian Bebas Demi Hukum

040515Wamena – Jhoni Marian dan Marthen Marian, terdakwa kasus Wara Pisugi yang dituduh melakukan boikot pemilu, membuat bom dan membakar toko,mobil dan pertokoan di kota Wamena dibebaskan demi hukum oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wamena.

Mereka diputus 1 tahun oleh Pengadilan Negeri Wamena. Pengadilan Tinggi telah mengabulkan Banding dari Jaksa Penuntut Umum yang menambah masa pidana mereka dari 1 tahun menjadi 3 tahun. Terhadap putusan tersebut, Jhoni cs melalui Penasehat Hukumnya mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.

Namun hingga kini Surat Perpajangan Penahanan dari Mahkamah Agung RI belum turun. Surat Penahanan mereka telah berakhir pada tanggal 30 Juni 2015, dan karena belum ada Surat Perpanjangan Penahanan dari Mahkamah Agung RI maka sekitar pukul 24.00 tanggal 30 Juni 2015, pihak Lapas Wamena mengeluarkan mereka.

Kalapas Wamena, Daniel Rumsowek, S.Pd dalam pertimbangan mengatakan,” mengingat tidak ada alasan/dasar hukum yang melindungi penahanan lebih lanjut maka penahanan tersebut bebas demi hukum”.

Terdakwa kasus Wara Pisugi berjumlah 5 orang yakni Jhoni Marian, Marthen Marian, Ibrahim Marian, Jali Walilo dan Yosep Siep.

Persidangan terhadap Yosep Siep sejak pembaca dakwaan pada akhir November 2014, dihentikan karena Yosep Siep dalam keadaan sakit yang diduga akibat penyiksaan yang dialami selama proses penangkapan.

Sedangkan Ibrahim Marian dan Jali Walilo dikabarkan telah lari meninggalkan Lapas sekitar pertengahan Mei 2015.(Tim/AlDP).