Pemuda Gereja Baptis Menggalang Bantuan untuk Masyarakat di Lani Jaya

IMG_20140730_112820Wamena-Akibat konflik yang sudah terjadi lebih dari satu minggu sejak 28 Juli 2014 lalu di Lani Jaya antara kelompom Enden Wanimbo dan aparat keamanan TNI/Polri; Masyarakat di tiga Distrik mengalami kesulitan makanan, obat-obatan dan tempat tinggal. Meskipun pihak keamanan di media membantah adanya pembakaran terhadap rumah dan honai masyarakat; namun dari lapangan ditemukan sejumlah rumah warga yang terbakar. “Masih sulit untuk mendapatkan data tentang kepastian jumlah rumah dan honai yang dibakar, karena situasi di sana belum aman untuk melakukan investigasi lengkap. Namun memang dari bukti-bukti berupa foto dan juga keterangan masyarakat bahwa ada rumah yang dibakar oleh aparat keamanan” ujar Matius Murib, Direktur Babtis Voices yang ditemui di Wamena pada Rabu, 05 Agustus 2014. Tidak hanya rumah, ada juga yang ternaknya ditembak. Menurutnya, masyarakat saat ini dalam kondisi sulit. Di distrik Pirime sama sekali tidak ada aparat pemerintah, jadi masyarakat cari jalan masing-masing untuk berlindung. Berbeda dengan di Distrik Awinayu di mana dari kepala distrik hingga kepala kampung melindungi masyarakat dengan mengumpulkan semua di distrik bahkan mereka menggunakan pakaian dinas lengkap dan menaikan bendera merah putih.

Saat ini di Gereja Babtis Kodim Distrik Wamena Kota dibuatkan posko bantuan untuk masyarakat yang mengungsi. Di sana ada tim yang bekerja yang menamakan diri mereka sebagai Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Lani Jaya. Banyak jemaat dari gereja-gereja lain yang sudah ikut membantu. Saat ini mereka sudah mengumpulkan bantuan berupa makanan, pakaian dan juga uang. Relawan tim juga selama beberapa waktu ini tersebar di beberapa titik di Kota Wamena untuk mengumpulkan bantuan dari masyarakat. Dujan Kogoya, ketua tim mengatakan bahwa saat ini tim ini bekerja untuk masyarakat yang sedang mengungsi, tim ini independen dan tidak terkait dengan dua pihak yang saat ini berkonflik. Yang paling dibutuhkan saat ini juga adalah tenda pengungsian. “Kita juga membutuhkan tenda karena saat kita pergi dan mengajak masyarakat untuk kembali kita s kumpul mereka di mana, rumah-rumah juga sudah dibakar. Kita juga sedang mempersiapkan semuanya terutama menjamin rasa aman untuk masyarakat nanti kalau kita sudah ajak kumpul” ungkapnya.

Hari Minggu 10 Agustus 2014 nanti Kan digelar Ibadah Bersama di Gereja Babtis Wamena untuk perdamaian di Lani Jaya. Pastor John Jonga, Pr dari Gereja Katolik akan membawakan kotbah dalam ibadah gabungan gereja-gereja itu.

Akibat peristiwa ini semua aktivitas di Lani Jaya terutama di tiga wilayah yaitu Tiom, Distrik Pirime, Distrik Awinayu dan Maki lumpuh total. (ASR/AlDP)