Pemohon Prinsipal Didatangkan Dengan Kursi Roda Dari RSUD Wamena

Roby Pekey _Pemohon_PN Jayapura - CopyWamena – Pemeriksaan saksi-saksi terkait Praperadilan yang diajukan oleh Roby Erik Pekey terhadap Kapolres Jayawijaya berlangsung marathon sepanjang hari kamis dan jumat pekan lalu.

Pihak Robby mulai dengan mengajukan 3 (tiga) orang saksi.masing-masing 2 teman Robby Pekey yang menyaksikan saat Roby Pekey berbicara dengan seseorang yang kemudian mengaku sebagai pemilik motor yang dikendarai oleh Roby Pekey. Satu saksi lainnya adalah Anaskus Pekey atau ayah Roby sendiri.

Sedangkan dari pihak Polres Jayawijaya/Termohon menghadirkan 6 (enam) orang saksi, empat diantaranya anggota Polisi. 2 dari empat orang tersebut, adalah anggota polisi yang mengejar Robby dan melakukan penembakan sedangkan 2 lainnya merupakan penyidik yang memeriksa perkara Roby.

Selama berlangsungnya sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Wamena, pengadilan ramai dikunjungi oleh keluarga Robby dan keluarga besar Paniai.

“Ini kali pertama kami orang Paniai dituduh mencuri, kami mencuri di mana? Kami datang ke sini untuk mengajar dan menagabdi kepada negara,” Ujar Anaskus Pekey,ayah Robby yang berprofesi sebagai guru dan sudah puluhan tahun menetap di Wamena.(30/07/2015).

Pengunjung terus bertambah apalagi ketika sidang dilanjut usai istirahat siang. Keluarga besar Paniai juga menyiapkan makan siang saat istirahat di halaman samping pengadilan negeri Wamena.

Polres Wamena yang menjaga ketat. Melakukan pemeriksaan kepada pengunjung sidang, ada yang bersenjata lengkap, menggunakan masker dan penutup wajah dan ada yang menggunakan pakaian sipil memenuhi pintu-pintu dan setiap sudut pengadilan negeri Wamena.

Praperadilan di PN Wamena ini, kali kedua dalam satu tahun belakangan ini.

“Kami bukan mencari-cari kesalahan polisi, Ini bagian dari fungsi kontrol agar aparat kepolisian lebih professional dalam bekerja. Praperadilan dimaksud untuk menguji tindakan yang dilakukan oleh kepolisian. Apakah prosedural atau ada yang dilanggar,” jelas Theo Hesegem kordinator utama Tim koalisi yang merupakan bagian dari Pemohon Praperadilan.

Sebelumnya, hakim yang menyidanngkan perkara Praperadilan mengabulkan permintaan Penasehat Hukum Roby Pekey selaku Pemohon Praperadilan untuk menghadirkan Robby Pekey sebagai Pemohon Prinsipal dalam persidangan tersebut.

Robby kemudian dijemput dari RSUD Wamena oleh anggota Poltres Jayawijaya dan didampingi oleh Tim Penasehat Hukumnya.

Hakim memberikan kesempatan pertama kali untuk mendengarkan keterangan Roby, kemudian posisi Roby yang berada di kursi roda didekatkan dengan tempat duduk Penasehat Hukumnya, Roby mendengarkan sidang sampai selesai demikian juga pada hari berikutnya saat pemeriksaan saksi dari Kuasa hukum Termohon.

Roby Pekey, 22 tahun, mahasiswa Akademi Keperawatan sekolah Keperawatan Wamena telah dituduh mencuri sepeda motor, Roby dikejar dan ditembak dengan 3 tembakan di kaki kanan dan kirinya. Hingga kini Roby masih dalam perawatan di RSUD Wamena.(AlDP/Tim).