Pemohon Praperadilan : Penangkapan dan Penahanan Robby Pekey Tidak Sesuai Prosedur

Pemohon Praperadilan : Penangkapan dan Penahanan Robby Pekey Tidak Sesuai Prosedur

Wamena-Materi Permohonan Robby Erik Pekey(22 tahun) dalam gugatan Praperadilannya mengandung 2(dua) hal utama yakni terkait Penangkapan dan Penahanan .

Di dalam permohonan praperadilan, Pemohon menyatakan  bahwa penangkapan terahdap dirinya tidak dilakukan sesuai prosedur. Pemohon alias Roby pekey ditangkap tanpa surat Perintah Penangkapan.

Saat itu sore tanggal 21 Juni 2015, Roby sedang mengunjungi rumah temannya,kemudian rumah itu didatangi 2 orang yang kemudian dapat dipastikan sebagai anggota Polisi.

Anggota polisi itu kemudian menunggu Roby Pekey di gerbang dan meminta diantarkan ke Bank Papua, melihat gelagat yang mengancam Robby melarikan motornya dan kemudian dirinya ditembak di Jalan Irian atas.

Sebelumnya kapolres Jayawijaya mengatakan dalam siaran di RRI sehari setelah penembakan Robby, bahwa Robby sedang melakukan aksinya(mencuri) dan kemudian dikejar.Robby melarikan diri dan ditembak.

Selain surat perintah penangkapan yang tidak diberikan sesuai dengan prosedur, saat Robby didatangi dan ditembak di jalan Irian. Hingga malam hari saar orang tua Robby menemui kapolres Jayawijaya di Polres Wamena, keluarga Robby juga tidak diberikan Surat tersebut.

“Padahal Termohon(Polisi) memiliki kesempatan untuk memberikan surat tersebut,” Ujar Simon Patiradjawane SH(28/07/2015).

Selain terkait penangkapan, Pemohon juga menilai surat Perintahan Penahanan yang diberikan telah salah prosedur.

“Robby ditangkap tanggal 21 Juni 2015 maka seharusnya Surat Perintah Penahanan tertanggal 22 Juni 2015 tapi Surat tersebut tertanggal 23 Juni 2015 dan baru diberikan pada tanggal 23 Juni 2015,” jelas Patiradjawane SH.

Praperadilan terhadap kapolres Jayawijaya ini dilakukan untuk kedua kalinya oleh Koalisi Perdamaian hukum dan HAM, sebelumnya pada bulan Septermber 2014,koalisi juga melakukan Praperadilan terkait peristiwa penangkapan Areki Wanimbo yang ditangkap tanggal 6 Agustus 2014 usai rumahnya dikunjungi oleh 2(dua) orang Jurnalis Perancis.(Tim/AlDP).