Pemda Yapen Dinilai Mengabaikan SLB

Pemda Yapen Dinilai Mengabaikan SLB

Serui – “Kami belum pernah dapat bantuan dari Pemda kecuali dana BOS. Dari mana kami bisa membiayai pendidikan jika dananya tidak ada, “kata kepala Sekolah Luar Biasa(SLB) Serui,ibu Simbolon.

“Ruang sekolah yang baru dibangun bantuan Pemerintah pusat dan Provinsi Papua sementara perhatian dari Pemda Yapen sama sekali tidak ada, “katanya lagi saat ditemui AlDP Online pekan lalu.

Jumlah murid SLB sebanyak 43 orang, siswa SD sebanyak 31 orang, SMP 9 orang dan SMA hanya 3 orang. Namun siswa yang aktif setiap hari hanya sekitar 21 orang. SLB sangat kekurangan gura dari  8 guru yang dimiliki, 3 diantaranya masih studi di Makasar.

Pada tingkat SMA, semua siswa tuna rungu, seorang siswanya pernah mengikuti  lomba puisi tingkat nasional. Sementara untuk siswa SMP ada tuna rungu, tuna grahita (mental) dan tuna daksa. Di tingkat SD mencakup tuna rungu, tuna netra, tuna daksa , tuna grahita,tidak ada murid yang tuna social.

Lanjutnya, “Sungguh miris memang ketika dunia pendidikan kurang diperhatikan oleh Pemda Yapen. Apalagi mereka adalah kelompok disabilitas, mempunyai hak yang sama sebagai warga negara yang juga berhak diperhatikan pendidikan mereka”.

Koordinator Pokja Pendidikan Foker LSM Papua Wilayah Yapen, Parlin Saragih juga memiliki pendapat yang sama, “Dengan kondisi khusus siswa/i SLB maka seharusnya mereka diberikan perhatian dan perlakuan khusus”.

Hingga saat ini pemerintah tidak bersedia memberikan komentar atas masalah yang dihadapi oleh SLB Serui. Mantan Asisten II Pemda Yapen,Ones Runtuboi M.Si mengatakan, saat dirinya menjabat sebagai Asisten, ada perhatian Pemda kepada SLB Serui. “Namun kurang tahu untuk pemerintahan saat ini”. (04/AIDP).