Berita

Pembiayaan pendidikan tidak jelas di Yapen

Yapen-Tragis memang kondisi pendidikan di Yapen. Pelaksanaan Ujian Sekolah untuk tingkat SD dilakukan dengan dukungan dana dari guru di sekolah yang bersangkutan. Setidaknya hal ini terjadi di Distrik Yapen Barat, Yerui (Distrik pemekaran Wonawa), Windesi dan Yapen Utara,

Hal ini disebabkan tidak ada dana khusus yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kep. Yapen. Menurut Kepala Dinas Dikpora bahwa dana ujian bisa digunakan dari dana BOS karena di Dinas tidak ada dialokasikan untuk ujian sekolah.

“Kondisi ini bukan hanya terjadi pada Ujian Sekolah tapi untuk biaya monitoring dan perjalanan dinas” demikian disampaikan Z.Sanuari kordinator Pengawas Dikpora Kepulauan Yapen.Menurutnya dana tersebut akan diusahakan untuk diganti oleh Dinas apabila sekolah telah membuat laporan pertanggungjawaban secara lengkap.

Katanya “Seharusnya Dinas memasukkan ini dalam perencanaan programnya, walau tidak besar tapi minimal ada dana yang bisa untuk membantu sekolah menyelenggarakan ujian sekolah termasuk dana untuk pengawasan”.

Menurut Paririe guru dari Poom I bahwa memang biaya ujian sekolah SD digunakan  dari dana BOS dan bantuan dari orang tua juga untuk menunjang terlaksananya ujian. “Keadaan ini terjadi juga diberbagai sekolah yang berada di kampung lainnya,” tambahnya.Hal ini dilakukan karena pihak sekolah tidak menghendaki nasib ujian yang tidak jelas akibat keterbatasan dana. Akibatnya mereka harus melakukan penyesuaian untuk kebutuhan pendidikan lainnya yang sudah pasti akan mengalami kekurangan lagi. Apalagi dana BOS sudah memuat rincian kebutuhan tersendiri untuk siswa.(04/AlDP)