Pembacaan Dakwaan Kamori Murib Ditunda

Pembacaan Dakwaan Kamori Murib Ditunda

040515 3Wamena – Setelah dakwaan terhadap Kelpis usai dibacakan, sidang dilanjutkan dengan sidang terhadap kamori Murib. Kamori Murib memasuki sidang dengan terseret-seret, ekspresi wajahnya terlihat menahan rasa sakit.

Seperti halnya Kelpis Wenda, Kamori dituduh memiliki senjata tanpa izin dan akan menjualnya ke kelompok OPM Puron Wenda seharga 3 juta rupiah. Mereka berdua dijerat Pasal 1 Ayat(1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Saat majelis hakim menanyakan apakah dirinya sehat, Kamori langsung menjawab bahwa dirinya sakit(27/04/2015)..

Latifah Anum Siregar SH,MH yang mendampingi Kamori lantas meminta izin untuk bicara.

“Kami minta Kamori diperiksa terlebih dahulu karena mengalami penyiksaan di Pos Polisi Pirime saat ditangkap 9 desmeber 2014,” Ujar Siregar.

JPU mengatakan bahwa kamori sebelumnya telah diperiksa dan meminta agar siang tetap dilanjutkan dengan pembacaan Surat dakwaan.

Nampak hakim berembug dan kemudian memanggil Penasehat hukum dan JPU, sekali lagi JPU meminta agar sidang tetap dilanjutkan.

Kemudian Andi M Amin yang merupakan anggota majelis hakim mengatakan kepada JPU bahwa terdakwa sudah menyatakan sakit dan menjadi haknya untuk mendapatkan pengobatan.

JPU terlihat agak kecewa, saat hakim nyatakan sidang ditunda hingga tanggal 7 Mei 2015 untuk mengetahui hasil pemeriksaan terahdap Kamori Murib.

“Saya minta penasehat hukum segera membuat surat permohonan agar Kamori segera diperiksa,” jelas Otto Siagian SH, ketua majelis hakim sebelum menutup sidang.

Usai sidang, penasehet hukum lantas menyampaikan surat permohonan dan kesesokan harinya(28/04/2015), Kamori langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wamena untuk diperiksa.(Tim/AlDP).