Pelayanan Pembangunan Tidak Menjadi Lebih Baik
Kimanus Wenda

Pelayanan Pembangunan Tidak Menjadi Lebih Baik

Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai

Sorong – Nasir Laba, tokoh paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara di Kota Sorong, Papua Barat mengatakan, hidup orang Papua pada jaman Belanda jauh lebih baik.

Pada tahun 1969 hingga 1970an, orang Papua masih merasakan sisa-sisa kemakmuran jaman Belanda.  “Orang Papua hidup aman karena seluruh kebutuhannya dapat dipenuhi. Setiap bulan PD Irian Bhakti menyiapkan berbagai keperluan bahan pokok secara cuma-cuma,” katanya di Forum Indikator Papua Tanah Damai yang diselenggarakan oleh Aliansi Demokrasi untuk Papua, di Kota Sorong, Sabtu lalu (6/10).

Menurut dia, setelah sekian lama, dalam era Indonesia, situasi makin memburuk. Beras yang awalnya bersih dan bagus kini diganti dengan beras miskin. Rekruitmen pekerja penuh rekayasa dan peluang bagi orang Papua semakin sulit.

Barang-barang bergerak naik. Menjadi mahal di jaman Otonomi Khusus. Berbagai program yang ada, kata dia, hanya dusta. “Uang yang banyak itu diarahkan ke pembangunan fisik. Pendidikan menjadi barang mahal buat orang Papua dan penduduk lainnya di Tanah Papua,” ucapnya.

Sarana kesehatan ikut dibangun luar biasa, tapi rakyat masih ‘sakit’. ”Soalnya bukan butuh obat generik saja tapi rakyat perlu dilayani dengan baik, Otsus jelas diperuntukan bagi masyarakat. Seharusnya ada peningkatan yang berarti,” katanya lagi.

Pelayanan pemerintah makin menurun. “Ternyata kalau kita saksikan kesejahteraan akan membuat orang tidak berpikir macam-macam, semuanya lebih tenang, tidak ada keributan, dimana kita dapat cari kedamaian seperti itu lagi saat ini?”.

Yudi, journalist Kota Sorong turut mencontohkan kehidupan masyarakat adat di Bintuni, dimana dirinya tinggal cukup lama di sana. Katanya, sebelum LNG Tangguh masuk, tempatnya dalam keadaan gelap gulita tanpa listrik . “Dan kini setelah 10 tahun LNG ada, kampung tetap gelap, LNG ada tidak membuat masyarakat Papua sejahtera”.

Ia menambahkan, untuk membuktikan keseriusan pemerintah terhadap Papua, perlu usaha konkrit. “Mulai  hari ini harus ada  upaya konkrit,” katanya. (Tim/AlDP)