“Pejabat Kita Akan Bilang Papua Kondusif”

Jayapura- Anum Siregar, direktur Aliansi Demokrasi Untuk Papua(AlDP) dan pengacara hak asasi manusia menyesalkan tindakan tim khusus dari kepolisian yang menembak mati Mako Tabuni 2 hari lalu. Menurutnya jika polisi telah memiliki sejumlah bukti bahwa Mako Tabuni adalah pelaku dari sejumlah aksi penembakan beberapa waktu belakangan ini maka Mako sangat penting untuk didengar keterangannya.

“Justru tanggungjawab polisi untuk menghadirkan Mako dalam keadaan hidup, sehat jasmani maupun rohani untuk didengar keterangannya. Saksi kunci, korban, pelaku atau seseorang yang penting dari satu kasus malah ‘dicegah’ kematiannya, bukan dihabisi, ”katanya.(16/06/2012).

Lanjutnya, “kita semua menyesalkan dan sangat prihatin dengan kejadian belakangan ini, masyarakat menjadi korban, meninggal, luka-luka dan semua yang masih sehat secara phisikpun hari ini  masih diliputi rasa takut. Kita masih berharap pada polisi untuk mampu mengungkapkan kejahatan siapapun pelakunya, kita dukung kerja yang professional dan transparan”.

Menurutnya, awalnya polisi sangat hati-hati meskipun telah menangkap beberapa orang namun ketika pengejaran dilakukan terhadap Mako dan Mako tertembak mati, polisipun langsung mengeluarkan 7 daftar dugaan criminal yang dilakukan oleh Mako.

“Persoalannya berapa banyakpun daftar dugaan yang dituduhkan kepada Mako, tidak ada alasan untuk menembak mati orang kunci dalam kasus tersebut. Proses hukum akan tidak fair, siapa yang akan mengkonfrontir tuduhan atas dirinya, kesaksian tersangka lainnya dan kesaksian para korban nantinya?” jelasnya panjang lebar. Akibatnya Mako akan menjadi alamat dari semua penyangkalan pihak lainnya. Korbanpun belum tentu puas, yakin dengan pelakunya atau bukan. Dan apakah satu mata rantai dari aksi penembakan dan kekerasan ini dijamin sudah berakhir?.

Mengenai kedatangan petinggi RI ke Jayapura hari ini yakni Kapolri, Mendagri dan Menko Polhukam, komentarnya,” paling juga kesimpulannya mereka bilang Papua kondusif. Itu juga yang dibilang pejabat gubernur kita. Pejabat kita jarang mengunjungi tempat public, kalau jalan selalu dikawal jadi mereka pikir aman mereka tidak tahu orang masih sangat ketakutan, kecewa dan marah. Orang tidak dapat beraktifitas dengan tenang, anak-anak masih dilarang orang tuanya ke sekolah, mau kerja masih takut kalau ada yang tetap keluar rumah karena tidak ada pilihan,harus kerja,cari makan”.(Tim/AlDP).