Berita

Pejabat Boven Digoel Dinilai ‘Doyan’ Korupsi

Boven Digoel – Sejumlah pejabat Kabupaten Boven Digoel dituding kerap menggelapkan anggaran daerah untuk kepentingan pribadi. Mereka membelanjakan uang dan membangun rumah mewah di daerah itu.

“Ada, lihat saja disekitar kita, masyarakat sekarang tidak bisa ditipu lagi,” kata Andy Moromon, warga Tanah Merah, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pejabat menggunakan uang daerah tanpa melihat bagaimana susahnya masyarakat. “Kita memang tidak punya bukti, tapi secara kasat mata dapat dilihat siapa saja yang telah memakai uang daerah, saya yakin kalau mereka diperiksa satu satu oleh KPK, pasti banyak yang terseret,” ujarnya.

Bonafasius Konotigop, mantan Sekertaris Daerah Boven Digoel mengatakan dugaan korupsi di daerah itu mewabah dari atasan hingga bawahan. “Kita buka bukaan saja sekarang, ini semua demi masa depan Boven, kalau ditutup tutupi, malah akan menambah dosa bersama,” katanya.

Menurutnya, perlu ada reformasi menyeluruh dalam sistem birokrasi. “Karena masyarakat sudah bosan dengan gaya pemerintahan di Boven saat ini. Ada satu istilah Waskat, Wajib Stor ke Atas, ini gejala dimana pengusaha atau bawahan dan atasan bermain,” ucapnya.

Ia memandang, pembiaraan sistem tersebut telah merusak berbagai sendi pembangunan dan kehidupan rakyat. “Ini namanya semena mena melaksanakan sistem birokrasi, bobrok. Saya heran pelaporan ke atas selalu beres, padahal di lapangan tidak ada bukti pekerjaan, bagaimana bisa seperti itu.”

Pelaku korupsi yang telah dipenjara adalah Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo. Ia dipenjara karena diduga menyelewengkan APBD dan dana otonomi khusus Boven Digoel tahun 2005-2007sebesar Rp45 miliar.

Yusak dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman 4,5 tahun penjara. Meskipun telah divonis, Yusak tetap memerintah dari balik jeruji besi.

Ia dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 7 Maret 2011. Dihari yang sama, Yusak dinonaktifkan sebagai bupati. Penyalahgunaan wewenang terjadi ketika, Yusak yang dipenjara melantik pejabat Eselon II di Hotel Retob Jakarta. Ia sempat mengajukan kasasi namun ditolak Mahkamah Agung dengan surat bernomor 704 K/Pid. Sus/2011 tanggal 27 Januari 2012.

“Ini bukti, jangan pikir pejabat kebal dari hukum, silahkan saja korupsi, pasti akan ketahuan juga,” kata Konotigop.

Kabupaten Boven Digoel dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002. hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke. Selain Boven, dimekarkan secara bersamaan pula sejumlah kabupaten lain di bagian selatan, yakni Asmat dan Mappi. (02/ALDP)