Pegawai LP Abepura Bersaksi pada Sidang Buchtar Tabuni

Pegawai LP Abepura Bersaksi pada Sidang Buchtar Tabuni

Buktar Tabuni

Jayapura-Dua orang pegawai LP Klas IIA Abepura Jayapura yakni Suhartono dan Nyasoko Asso dihadirkan oleh JPU untuk didengar keterangannya sebagai saksi  pada sidang perkara Buchtar Tabuni di Pengadilan Negeri Klas I A Jayapura.(02/08/2012).

Sebelum didengar keterangannya, keduanya disumpah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing seusai aturan KUHAP kemudian satu-persatu memberikan keterangannya..

Pengakuan saksi Suhartono, dia tidak melihat langsung terdakwa Buchtar Tabuni melakukan pelemparan batu yang berakibat rusaknya aula Lapas atau pun penghasutan  terhadap para narapidana.

“Saya tahu karena ada orang berteriak-teriak daN melempar-melempar,” Ujarnya. Menurutnya keributan terjadi di aula lapas yang dilakukan  oleh para narapidana, di perkirakan berjumlah lima puluhan orang.

Peristiwa terjadi sekitar jam 16.00 wit sampai jam 18.00 Wit dan saksi berada di pos utama penjagaan yang berjarak lima puluh meter dari tempat kejadian (aula lapas abepura).

Masih menurutnya keributan narapidana dipicu oleh matinya seorang narapidana (Miron Wetipo) akibat ditembak. Para narapidana meminta supaya pihak Lapas Abepura memperlihatkan pelaku penembakan tersebut. “Karena  tidak dipenuhinya permintaan mereka (narapidana) sehingga terjadi keributan”.

Saksi Suhartono tahu kalau adanya perusakan di aula lapas Abepura dari cerita narapidana lainnya karena dari dari awal keributan sampai dengan datangnya bantuan dari pasukan brimob Papua saksi  berada di pos utama penjagaan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh saksi Nyasoko Asso. Saksi Asso tidak melihat terdakwa Buchtar Tabuni melakukan pelemparan batu dan penghasutan tapi terdakwa (Buctar) ada dirombongan massa tersebut.

Pada saat keributan saksi berada di Gereja milik Lapas Abepura yang berjarak sepuluh meter dari tempat keributan (aula lapas). Saksi Asso sempat menenangkan massa meminta supaya massa tidak melakukan pelemparan batu, “ Tapi mereka(massa) tidak mau menuruti omongan saya,” Ujar Asso.

Yang unik dari persidangan kali ini bahwa pada saat Ketua majelis hakim( Haris Munandar) meminta jaksa menunjukan barang bukti berupa batu . Jaksa  mengatakan “lupa tidak membawa”.

Buchtar  membenarkan keterangan dari kedua saksi tersebut. Menurutnya, dia tidak melakukan perusakan dan penghasutan seperti yang didakwakan oleh JPU kepada dirinya.

Sidang ditunda ke tanggal 6 Agustus 2012 masih dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU.Tak lupa hakim mengingatkan JPU untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait terutama untuk menghadirkan saksi kunci mantan Kalapas Abepura. Drs. Liberti Sitindjak.(Tim/AlDP).