Pdt. Abraham Ungirwalu: Jakarta Harus Siap Dikoreksi

ILUS 2Wamena – Sejumlah pendapat dari peserta seminar dan lokakarya yang diselenggarakan noleh jaringan Damai Papua (JDP) di Wamena menunjukkan dialog sangat penting dan mendesak untuk dilakukan.

“Mengapa perlu dialog? Karena Indonesia tidak serius urus Papua,” demikian pendapat Pdt Abraham Ungirwalu ketua Persatuan Gereja-gereja di Jayawijaya, pekan lalu di pertemuan JDP.

Lanjutnya,” dari UU sampai adat, mulai dari Otsus sampai kebijakan pemerintah daerah banyak yang rancu . Orang Papua dipermainkan, ada gerakan Merah Putih, ada LMA yang dibuat oleh pemerintah”.

Menurutnyan kalau semua hal diatur oleh Jakarta maka Jakarta yang selalu akan diuntungkan dari berbagai kebijakan yang ada dan bukan orang Papua.

“Jakarta harus siap dikoreksi. Dialog di Aceh bisa dilakukan, kenapa di Papua tidak bisa?” tanyanya serius.

Masih menurut Pdt Abraham yang berasal dari Maluku itu, bahwa di dalam dialog terlebih dahulu harus meniadakan pemaksaan kehendak satu sama lain.

“Jangan semua bilang harga mati, NKRI harga mati, Papua merdeka harga mati, harga mati ditiadakan dulu. Harga mati itu ujung-ujungnya kekerasan dan kematian,” jelasnya bijak.

Menanggapi pernyataan Pdt Abraham tersebut, Jaleswati Pramodhawardani staff khusus di Sekretariat Kabinet (Seskab) yang turut hadir mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi sedang juga berusaha menghentikan konflik di Papua.

Dirinya memahami ada distrust yang cukup besar dari kedua belah pihak.

“Akibat distrust tersebut memunculkan stigma”.

Dirinya menyakini bahwa pemerintah Jokowi sedang berusaha untuk memahami persoalan di Papua.

“Kami punya gambaran besarnya, di diskusi ini, kita diajak untuk bisa mengisi gambaran-gambaran kecilnya”.

Pramodhawardani berjanji akan menyampaikan berbagai amsukan yang ada pada saat dirinya kembali ke Jakarta.(Tim/AlDP).