Patung Aifianir, Simbol Karakter Suku Biak.

Patung Aifianir, Simbol Karakter Suku Biak.

Jayapura-Patung Aifianir merupakan simbol dari karakter suku Biak yang terdiri dari dua pengertian. Pertama Ai yang berarti kayu, kedua fianir yang berarti menyerupai manusia atau kayu yang dibuat menyerupai manusia. Demikian penjelasan Micha Ronsumre Tokoh budayawan Biak kepada Aldp Online (17/01/2014) di museum Papua.

Patung Aifianir ini, menceritakan tentang bagaimana suku Biak bertahan hidup (orang hidup) dan bagaimana proses saat disemayamkan atau kematian suku Biak (orang meninggal).

Jelasnya, “Pada tahun 1908, Ketika ada suku Biak yang meninggal proses pesemayamnya dilakukan tiga kali. Pertama jenasahnya ditaruh diatas para-para lalu keluarga setiap hari menyiramnya dengan air sampai kulitnya terlepas dari tulangnya, persemayam kedua tulang-tulangnya diambil lalu dimasukan kedalam abai atau peti dan kepalanya dimasukan kedalam Aifianir. Persemayam ketiga orang-orang yang telah mendahalui disemayamkan secara bersama-sama dalam satu tempat yang disebut faryaken”.

Makna lainnya, mengapa disebut patung Aifianir, karena patung yang menggambarkan watak dari suku Biak yang memiliki kepala besar dan badan kecil yang mempunyai arti “Kepala besar artinya berpikir, baru berbuat dan badan kecil artinya tidak ingat diri(sendiri).

” dia rajin kerja,” ungkapnya lebih jelas.

“Dalam cerita patung atau membuat patung dalam tradisi suku Biak tidak pernah memperlihatkan kelamin, baik kelamin laki-laki maupun kelamin wanita. Mengapa, karena suku biak tidak mau disebut hanya makan, minum dan tidur,”Ujarnya. (RM/AlDP)