Pasar Pagi Gurabesi, Terancam Dipindahkan

Pasar Pagi Gurabesi, Terancam Dipindahkan

Jayapura-Aktifitas jual beli di pasar pagi Gurabesi, kota Jayapura, belakangan ini sudah mendapat teguran keras dari pihak Trantib Kota Jayapura untuk tidak lagi melakukan aktifitas jual beli, tepatnya di depan Kantor Lurah Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, demikian pantuan AlDP Online (11/11/2013).

Menurut Hans Mayor, keberadaan pasar pagi ini, sudah ada sejak tahun 1995, semasa kepemimpinan wali kota Mikael Manufandu, Rumantio dan M.R. Kambu. Awalnya aktifitas pasar pagi di depan Bank BRI jalan Kloofkam, pindah lagi ke samping POM, tahun 2000 pindah di belakang masjid Raya dan tahun 2003 pindah lagi di jalan Paldam.

“Hingga kini masa kepemimpinan Tomi Mano, barulah kami mendapat teguran dari pihak Trantib untuk tidak melakukan aktifitas jual beli di pasar pagi Gurabesi,” Ujar Hans Mayor, kepala pasar pagi Gurabesi yang juga sebagai Ketua RT II kelurahan Gurabesi .

“Baru di tahun ini, kami mendapat teguran dari pihak Trantib Kota Jayapura untuk tidak berjualan di pingir jalan raya, karena mengangu aktifitas penguna jalan dan Pangdam XVII Cenderawasih Papua yang sering melewati jalan itu dengan kendaraannya, “lanjutnya lagi.

“Setelah mendapat penyampaian dari pihak Trantib Kota Jayapura untuk tidak berjualan di pingir jalan raya, kami pun berpindah dari jalan raya dan berjualan di gang-gang yang secara kebetulan di situ ada Kantor Lurah Gurabesi dan Hotel Permata”.

“Baru berjalan sebentar, kami dilarang untuk menjual ikan, daging, baju dan sandal, namun karena pasar pagi ini lebih banyak mama-mama yang menjual sayur-sayur dan bumbu-bumbu masakan dan  hanya menjual dari jam 7:00 pagi sampai jam 8:30 pagi, sehingga mama-mama bersikeras untuk ikan dan daging tetap dijual di pasar pagi. Melihat aktifitas ini, pihak Trantib Kota Jayapura menyampaikan teguran keras untuk tidak melakukan aktifitas jual beli di tempat itu,” jelasnya panjang lebar.

“Ketika, kami dilarang untuk berjualan di pasar pagi Gurabesi, mama-mama yang berjumlah 325 orang ini mau berjualan dimana, mereka ke pasar hamadi tidak bisa, ke pasar mama-mama papua tempat sudah sempit, mau ke mana lagi mereka”.Ungkap Hans dengan nada tinggi.

Hans Mayor mewakili kepentingan mama-mama penjual menyampaikan solusinya, yakni apabila pihak Trantib Kota Jayapura ingin memindahkan atau meniadakan pasar pagi Gurabesi, sebaiknya didahului dengan pertemuan bersama dengan 325 mama-mama yang menjual di pasar pagi dan difasilitasi oleh pihak ketiga.

“Untuk mendapat titik temu, terkait apa yang menjadi kemauan pihak Trantib kota jayapura dan apa yang menjadi kemauan mama-mama penjual di pasar pagi Gurabesi,” Ungkapnya.(RM/AlDP)