Paralegal Diperlukan Untuk Mengatasi Keterbatasan Akses Terhadap Keadilan

paralegalJayapura-AlDP terus memperkuat jaringan paralegalnya di kabupaten Keerom, Jayapura dan Jayawijaya sepanjang tahun 2014 hingga 2015.

“Ini penting untuk mengatasi keterbatasan pengacara pada wilayah-wilayah yang cukup sulit dan terpencil, masyarakat mengalami keterbatasan akses terhadap keadilan,” demikian penjelasan Andriana Hilapok yang mendampingi program tersebut.

Kini setidaknya AlDP telah memiliki 25 parelegal di kabupaten Jayapura dan kabupaten Keerom, sebagian mereka dikumpulkan untuk mengikuti evaluasi pekan lalu di Susteran Maranatha,Waena.

“ini belum yang termasuk di Wamena,” tambahnya.

Di Wamena, AlDP bekerjasama dengan Yayasan Teratai Hati Papua(YTHP) untuk mendampingi komunitas dan merekrut paralegal.

Lanjutnya, “Di Wamena banyak kasus tapi hampir tidak ada yang mendampingi mereka apalagi kehadiran pengacara”

Andri kemudian menyebutkan kasus yang ada di Pengadilan Negeri Wamena pada tahun 2014, ada sekitar 90 an kasus dan hanya sebagian kecil saja yang didampingi pengacara.

“Sekitar 7 kasus, dan ini karena kerjasama AlDP dan YTHP termasuk kehadiran Paralegal,” tandasnya.

Menurutnya program pendampingan hukum di komunitas ini sejalan dengan UU Nomor 16 tahun 201 tentang bantuan Hukum dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana.

Ke depan, program paralegal ini tidak saja difokuskan pada kasus-kasus hukum tetapi juga diperluas dengan membangun diskusi terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di wilayah masing-masing.

“Tidak semua kasus harus diselesaikan dengan mekanisme hukum, ada yang melalui mediasi, korespondensi ataupun mekanisme lain. Ini sangat diperlukan untuk membangun komunikasi diantara masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan setempat,” tegasnya.(AlDP).