Para Terdakwa Menolak Isi BAP, JPU Rencana Hadirkan Saksi Verbalisan

Saksi Tidak Ada, Sidang DItunda KembaliWamena – Para terdakwa kasus Wara Pisugi kembali menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi. Kali ini masih pemeriksaan saksi mahkota yakni setiap terdakwa menjadi saksi untuk terdakwa yang lain pada berkas perkara terpisah.

“Semua saksi yang juga terdakwa menyatakan menolak dengan isi BAP yang menyatakan bahwa mereka boikot pemilu dan membuat bom Molotov,” Ujar Simon Patiradjawane, SH anggota Tim Penasehat Hukum yang merupakan gabungan dari LBH Papua dan AlDP.(17/03/2015).

Terdakwa Marthen Marian, Ibrahim Marian dan Jhoni Marian yang bertindak sebagai saksi satu sama lain menjelaskan bahwa mereka mendatangi rumah Yoseph Siep karena diundang oleh Anas Walilo.

“Katanya Anas Walilo mengundang mereka untuk ibadah mendoakan Anas Walilo. Jadi mereka kumpul di rumah Yoseph Siep untuk ibadah, kemudian setelah ibadah mereka masih cerita dan akhirnya tidur sama-sama di honai Yoseph Siep,” jelas Patiradjawane, SH.

Sekitar pukul 4 dinihari, polisi datang dan menangkap mereka.Semula ada 18 orang yang ditangkap, 13 orang dipulangkan dan 5 orang kemudian disidangkan.

Para terdakwa menyatakan bahwa saat pemeriksaan di kepolisian, mereka disiksa dan dipaksa mengaku. Mereka diperiksa sambil dipukul. Saat dilakukan rekontruksi dengan tangan diborgol dan di kelilingi aparat kepolisian, merekapun dipaksa mengaku perbuatan yang tidak mereka lakukan.

Akibat dari penolakan yang dilakukan oleh para terdakwa, JPU merencanakan akan memanggil saksi verbalisan. Saksi verbalisan adalah saksi penyidik yang berfungsi untuk menguji bantahan terdakwa atas kebenaran BAP. Dasar dari adanya saksi verbalisan ini belum diatur dalam peraturan perundang-undangan yang ada, namun banyak ditemui dalam praktik.

“Rencana langsung besok,” jelasnya lagi. Maka sidang ditunda ke hari rabu tanggal 18 Juli 2015.

 

Marthen Marian, Ibrahim Marian, Jhoni Marian dan Jali Walilo disidang tanpa kehadiran terdakwa Yoseph Siep karena Yoseph Siep masih dalam keadaan sakit.

Mereka dikenakan dakwaan Kesatu yakni Pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Kedua Pasal 187 bis Ayat (1) KUHP Atau Ketiga Pasal 187 Ter KUHP Atau Keempat Pasal 164 KUHP.(Tim/ALDP).