Para Terdakwa Bukan Gerombolan Yang Melawan Pemerintah

Sorong-“Para Terdakwa memilki pekerjaan sehari-hari dan ikut kegiatan pelatihan karena dipaksa dan diancam oleh Fernando Worabai, Para terdakwa tidak memiliki kartu anggota dan tanda kepangkatan dari kelompok TPN/OPM dibawah pimpinan Fernando Worabai, Para Terdakwa tidak mengetahui struktur dalam kelompok TPN OPM Fernando Worabai. Dengan demikian maka unsur GEROMBOLAN tidaklah terbukti secara sah dan meyakinkan,” Ujar Jimmy Ell SH, salah satu Tim Penasehat Hukum terdakwa Peristiwa Sasawa pada saat membaca Nota pembelaannya di Pengadilan Negeri Sorong,(27/10/2014).

Lanjutnya, “bahwa inti delik dari Pasal 108 Ayat(1) Ke-2 KUH Pidana adalah tentang pemberontakan, dulunya berbahasa asli (Nederland) yaitu Opstand. Jika dilihat dari riwayat dimasukkannya pasal 108 dalam KUHP dan Yurisprudensi, mengenai pemakaian (toepassing) pasal itu terhadap dakwaan Kedua kepada Jimmy Kapanai dkk jelas tidaklah tepat.”

“Perlu diketahui pula, bahwa kapan seseorang dapat dianggap telah melakukan pemberontakan (opstand). Bahwa untuk dilakukannya pemberontakan itu harus sudah ada perbuatan melawan (verzetsdaad) yang nyata. Dapat disimpulkan bahwa harus sudah nyata-nyata ada perbuatan melawan dengan senjata yang berupa serangan”.

Menurutnya, dakwaan yang diituduhkan kepada Jimmi Kapanai dkk terdakwa peristiwa Sasawa tampak meluas dengan melampaui batas tujuan dan unsur-unsurnya.

Dalam Nota Pembelaan dijelaskan pula bahwa orang perseorangan atau pun orang banyak, tidak dapat dikatakan melakukan pemberontakan jika tidak di dalam hubungan suatu organisasi. Para Terdakwa harus berada dalam organisasi yang sama untuk melakukan perlawanan terhadap kekuasaaan yang telah berdiri dengan senjata, delik pemberontak atau het misdrijfvan opstand.

“Sedangkan keterlibatan dari Para terdakwa : Jimmy Kapanai, Septinus Wonawai, Peneas Reri, Salmon Yonathan Windesi, Rudi Otis Barangkea, Kornelius Woniana dan Obeth Kayoi,adalah karena dipaksa dengan ancaman baik secara phisik dan psikis terhadap diri dan harta benda yang mereka miliki”(Tim/AlDP).