Papua Memilih:  Surat Terbuka Terkait Pilpres 2014

Papua Memilih: Surat Terbuka Terkait Pilpres 2014

Menimbang pemilu 09 Jul 2014 mendatang adalah peristiwa politik yang sangat penting bukan saja bagi orang Indonesia tetapi juga orang Papua; juga menimbang situasi yang sedang terjadi di Papua saat ini, saya Yosepha Alomang dan John Jonga bersama dengan jutaan rakyat lain menjatuhkan pilihan kami pada Joko widodo. Kami melihat rekam jejak (catatan sejarah), kapasitas, integritas, karakter, visi misi dan program kerja Joko Widodo bersama wakilnya Yusuf Kalla. Kami berharap bahwa revolusi mental yang diusung oleh Jokowi termasuk merubah mental dan cara kerja Pemerintah Indonesia di Papua.

Keinginan kami agarĀ  Pemerintah Indonesia membuka diri untuk dialog, memberikan penghargaan yang tinggi terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), mengadili para pelanggar HAM, menghentikan kekerasan, mengontrol militer dan polisi, mengontrol migrasi ke Papua, menghentikan eskploitasi Sumber Daya Alam Papua, memperbaiki cara pembangunan, menghargai adat dan budaya orang Papua, melakukan reformasi birokrasi, menegakkan hukum, menghapus diskriminasi, memberikan perlindungan, penghargaan dan penghormatan terhadap hak-hak orang asli papua. Kami tidak ingin lagi menjadi korban rezim militeristik yang telah membunuh banyak pemimpin dan rakyat papua.

Lewat tulisan ini kami juga ingin kita mengingat warga Papua di kampung-kampung yang tidak ikut merasakan semangat menjelang pilpres ini. Mereka adalah masyarakat yang kehilangan hak-haknya karena ketidakpedulian negara. Jangankan hak menentukan presiden, hak dasar atas pendidikan dan kesehatan saja mereka tidak dapat.

Akhirnya selamat menggunakan hak pilih di 09 Juli 2014. Semoga pemilihan presiden tahun ini bisa berjalan dengan aman dan lancar, tidak terjadi kecuranagn dan semoga setiap warga negara memilih sesuai hati nurani.

Papua, 04 Juli 2014

Yosepha Alomang dan John Djonga

 

* Yosepha Aloman, Pegiat Hak Asasi dan ; Menerima penghargaan Yap Thiam Hien 1999 dan The Goldman Environment Prize 2001. John Jonga, Pastor pejuang HAM di Papua. Menerima penghargaan Yap Thiam Hien 2009.