Papua Damai Adalah Proyek Bersama

Papua Damai Adalah Proyek Bersama

Jayapura – Saat dialog Jakarta – Papua nanti, akan ada sembilan aktor dilibatkan. “Dimana dan perannya apa, tentu bisa berbeda-beda, tapi semua perlu ada dalam proses dialog dan membangun Papua tanah damai,” ujar Koordinator JDP, Pastor Neles Tebay saat menghadiri Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai di Jayapura, Sabtu (15/12/2012).

Pastor Neles mencontohkan, Papua sebagai rumah yang dihuni oleh berbagai macam orang. “Seperti dalam adat kami. Ketika ada tarian, setiap orang dalam rumah harus ikut menari,” katanya.

Ia menyadari ada berbagai macam etnis di Papua. Pendatang atau non Papua juga hendak menegaskan eksistensi mereka di Papua. Pendatang berkeinginan ada satu pandangan dan sebutan yang lebih inklusif terhadap mereka (non Papua). “Saya pikir bagus, kita mulai terus mendiskusikan ini sehingga sampai pada satu sebutan yang inklusif,” ujarnya.

Oleh karena itu untuk membangun satu kesamaan pandang mengenai Papua yang damai, Tebay menegaskan bahwa tahun depan JDP akan mempersiapkan gagasan damai melalui berbagai macam etnis dan kelompok secara masif.

Selain itu guna mendekatkan agenda dengan isu-isu yang ada di Papua, JDP akan membahasnya ke dalam 5 cluster, sebagaimana isu yang tertuang dalam indikator Papua tanah damai.

“Dalam setiap bidang banyaik isu, akan kita bahas per isu secara lebih detail. Sehingga fokusnya pada isu, kita tidak terjebak pada diskusi soal NKRI harga mati atau Papua Merdeka harga mati. Diantara kedua posisi itu, ada banyak isu yang harus kita selesaikan. Sehingga Papua tanah damai menjadi proyek bersama,” katanya. (Tim/AlDP)