Paniai Tidak Aman Karena Ada Kepentingan-Kepentingan

Paniai Tidak Aman Karena Ada Kepentingan-Kepentingan

Pertemuan DPRP dengan MUSPIDA dan Masyarakat Enarotali

Enarotali– Aksi kekerasan yang terus terjadi di kabupaten Paniai  mendapat perhatian dari berbagai pihak yang hadir pada pertemuan bersama pemda dan DPRP di Enarotali.(03/09/2012).

“Setelah kejadian di Komopa, kepala suku sudah sama-sama patahkan panah tanda berakhir tapi terjadi lagi,  mari kita sama-sama mengoreksi diri kenapa ini terjadi,” Ujar perwira penghubung Kodim 1705/Nabire untuk kabupen Paniai.

Menurutnya karena ada permasalahan yang belum dipecahkan di daerah ini. “Sehingga saya minta dengan hati terbuka jangan kita saling melempar dan menyalahkan supaya permasalahan ini jangan berlanjut terus dan tidak habis-habis”.

Lanjutnya, “daerah Paniai ini aman, hanya karena ada kepentingan-kepentingan. Saya minta yang perbaiki daerah ini sama-sama, jangan kita menutup mata, permasalahan ini permasalahan kita bersama”.

Tanggapannya sambutan hangat dari masyarakat, mereka bertepuk tangan . Apalagi ketika dirinya mengatakan, “ Masyarakat yang digunung takut turun karena merasa dirinya tidak aman. Situasi di sini tidak memberikan pelindungan ke masyarakat”.

“Saya juga tidak mengharapkan ada orang dari luar datang, cukup kita di sini, untuk apa datangkan aparat dari luar Paniai.”

Perwira yang sudah menghabiskan puluhan tahun hidupnya di pedalaman sejak berpangkat sersan dua itu mengharapkan agar unsur pimpinan daerah harus tetap ada di tempat.

Pernyataannya  senada dengan pandangan yang disampaikan oleh tokoh muslim Paniai, H Arief Pigome.

“Masalah yang terjadi  bukan masalah perang tapi politik terkait masalah jabatan di pemerintahan. Janganlah membuat masyarakat bingung,  baku lempar belakang, “katanya.

H Arief Pigome meminta Bupati, kapolres dan ketua DPRD dapat menyelesaikan masalah internal yang terjadi di Paniai.  “Masyarakat jangan dikorbankan. Saya minta tolong jangan salahkan Jhon Yogi”.(Tim/AlDP).