Otsus Memang Gagal
Kebebasan berekspresi

Otsus Memang Gagal

Timika – Pembangunan dan kemegahan di Papua tidak digunakan untuk rakyat sejahtera.

“Kalau cuma kasih uang ke orang Jakarta, bagaimana mau bangun Papua,” kata Yoseph Rumarubun, peserta Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai di Timika, Selasa kemarin.

Yoseph mengatakan, banyak anak-anak di pedalaman Papua sekolahnya tidak tamat SD. Bahkan beberapa sekolah tidak terurus sehingga tidak mampu bersaing dengan daerah lain. “Pejabat Papua harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Pengelolaan keuangan yang disalahgunakan telah menimbulkan kasus korupsi. “Kasus korupsi menjadi makin tumbuh subur karena polisi dan kejaksaan tidak becus menanganinya,” katanya lagi.

Yoseph menilai, para koruptor dibiarkan dan tidak tersentuh hukum. Mereka tetap mempraktekan hidup mewah di luar Papua. “Kalau rakyat lapar sedangkan pimpinannya hidup mewah, maka akan menimbulkan kekacauan, pengelolaan dana Otsus harus diperbaiki,” tambah Barito dari Paguyuban Padang.

Barito mengungkapkan, pejabat di Papua kerap tidak peduli dengan penderitaan rakyat. “Ketika saya tanya kenapa tidak terlibat aksi demo menolak Otsus, kata mereka ‘buat apa karena saya punya jabatan, mobil bagus dan rumah bagus’. Jadi ini soal oknumnya saja,” jelasnya.

“Otsus memang gagal, sangat gagal,” tambah Kadir peserta forum lainnya. Ia juga menyayangkan sikap pejabat yang menipu rakyatnya sendiri. “Otsus sebaiknya dihentikan saja,” pungkasnya. (Tim/AlDP)