Orang Papua Jangan Hanya Dijadikan Stempel

Jayapura – Yunus Wonda, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua mengatakan, orang Papua jangan hanya dijadikan ‘stempel’.

Menurut Wonda, dalam banyak hal pelaksanaan Otonomi Khusus, orang Papua hanya dijadikan stempel. Ia juga mencontohkan perjuangannya yang berat untuk menemui Kapolri terkait rekruitmen Bintara Polri di Polda Papua.

“Saya bilang tahun depan tidak usah lagi ada rekruitmen untuk anak asli Papua. Percuma saja, cuma satu dua orang yang diterima dan dijadikan stempel,” katanya, Kamis (2/8).

Sementara itu, terkait permasalahan antara pihak bandara dengan tenaga honorer bandara Sentani, Yunus meminta agar pihak bandara udara Sentani lebih memperhatikan anak Papua saat merekrut pegawai ataupun tenaga honorer.

“Prioritas utama harus anak asli Papua setelah itu anak-anak yang orang tuanya sudah lama menetap di Papua, dia juga kelahiran Papua, baru orang yang datang ke Papua,” ujarnya.

Lebih jauh Yunus menambahkan, penerapan regulasi di Papua perlu mempertimbangkan kekhususan Papua sebagai daerah otonomi khusus.

Yunus Wonda yang pernah berprofesi sebagai mekanik di Airfast menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh bandara harus segera ditangani. Sebab bandara merupakan salah satu unit pelayanan publik yang vital di Jayapura.

Pihak Bandara harus pula merespon aspirasi kekhususan di era Otsus serta dapat meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. (Tim/AlDP)