Oktovina Kambu : Akan Boikot Pemilu di LAPAS Jika Penghuninya Hanya Dimanfaatkan

Oktovina Kambu : Akan Boikot Pemilu di LAPAS Jika Penghuninya Hanya Dimanfaatkan

Sorong-Kondisi Lembaga Pemasyarakatan(LAPAS) Sorong mencerminkan kondisi LAPAS pada umummnya di provinsi Papua dan Papua Barat. Institusi vertikal yang nyaris tidak mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten.

“Dulu, jamannya pak Bram Ataruri jadi Bupati, kami masih sering dibantu seperti alat olahraga, alat musik dan dana. Tapi sekarang, tidak lagi. Kami capek buat proposal  kami buat berkali-kali,percuma, tidak ditanggapi,” UjarIbu Oktovina Kambu, Kasi Binadik LAPAS Sorong(25/09/2013).

Menurutnya dukungan dana yang didapat dari Kementrian Hukum dan HAM tentu saja tidak mencukupi kebutuhan penghuni LAPAS apalagi semuanya menggunakan standar nasional dimana tingkat kemahalan di Papua Barat jauh lebih tinggi.

“Padahal hampir setiap hari kebutuhan napi dan tahanan selalu ada, seperti sabun mandi,sabu ncuci,  pisau cukurdan lain-lain”.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut maka pihaknya bekerjasama dengan Gereja dan Masjid, Ada 9 Gereja dan 3 Masjid yang selalu memberikan bantuan seperti sabun cuci ataupun pakaian layak pakai.

Pihak LAPAS mengatur jadwal kunjungan dari pihak Gereja maupun jadwal pengambilan barang ke Masjid-masjid.

“Kalau tidak begitu, susah, apalag ibagi yang tidak memiliki keluarga,” katanyalagi.

Ibu Kambu berharap ada dukungan bagi penghuni LAPAS dari pemerintah kota dan kabupaten juga semua pihak yang selalu menggunakan kepentingannya di dalam LAPAS.

“Termasuk para kandidat dari partai politik. MenjelangPemilu, LAPAS menjadi salah satu kantong suara. Mereka harus beri perhatian yang serius, jangan hanya janji,kalau sudah jadi lupa. Saya akan boikot pemilu tahun depan, kalau ada pihak yang hanya mau manfaatkan penghuni LAPAS,” katanya penuh semangat.(Tim/AlDP).