Numbungga Masih Memiliki Harapan
Ilustrasi Korupsi

Numbungga Masih Memiliki Harapan

Biak – NumbunggaTelenggen dan Jafrai Murib, terpidana seumur hidup kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003 menunggu usulan perubahan hukuman mereka.

Sebelumnya pihak LP Biak telah 2 kali mengirimkan permohonan perubahan usulan pemidanaan dari seumur hidup ke hukuman sementara yakni 20 tahun yakni pada tahun 2010 dan 2011.

Selain itu Kuasa Hukum mereka telah juga mengajukan permohonan grasi sebanyak 2 kali namun belum juga mendapatkan jawaban dari kementrian hukum dan HAM di Jakarta.

Meskipun belum ada jawaban dari kementrian hukum dan HAM di Jakarta namun Numbungga Telenggen tetap bersikap semangat, mulai dari mendampingi Jafrai saat masih sakit di LP Biak maupun saat mendampingi Apot Enos Lokobal yang kini mulai sakit-sakitan di LP Biak.

Jafrai telah dipindahkan ke LP Abepura untuk menjalani pengobatan akibat penyakit stroke yang dideritanya. Saat itu permohonan pindah untuk Jafrai dan Numbungga namun karena pihak LP Abepura hanya bersedia menerima Jafrai, maka Numbungga tetap menghuni LP Biak.

Numbungga sekamar dengan Apot Lokobal, setia membantu Apot untuk membuat bingkai foto bahkan kini pekerjaannya jauh lebih cepat dari Apot.

Dia terkenal ramah dan gampang akrab dengan penghuni lainnya maupun petugas, membantu di dapur atau mengobrol dengan tahanan dan narapidana yang lainnya.

Berbeda dengan narapidana lainnya, Numbungga boleh dikatakan tidak pernah keluar dari LP Biak, kecuali ketika sakit dan harus berobat ke rumah sakit.

“Mungkin petugas LP takut saya lari, saya juga tidak pernah minta ijin mau keluar, saya di dalam saja,” katanya selalu dengan wajah tersenyum, apalagi jika ada orang yang datang mengunjungi mereka.

Numbungga masih punya banyak harapan, LP Abepura menerima dirinya untuk dipindahkan ke sana, perubahan usulan hukuman dari seumur hidup ke hukuman sementara ataupun pemberikan Grasi. (Tim/AlDP)