Nason Uti :"Daerah Ini Bukan Daerah Militer”

Salah satu Masyarakat Enarotali dalam Pertemuan dengan DPRP

Enarotali-“DPRP khususnya anggota DPRP dari Dapil V ingin mendengar perkembangan situasi keamanan dan penegakan hukum di Enarotali untuk keamanan masyarakat Papua maupun pendatang, ” ujarnya Yulius Miagoni SH Sekteraris Komisi A DPRP saat menggelar pertemuan di Enarotali.(03/09/2012).

Lanjutnya, “Yang punya senjata selain OPM, ada polisi dan TNI, jadi kalau ada beberapa insiden yang tidak diakui oleh Jhon Yogi, maka siapa? Sudah menjadi rahasia umum masyarakat menduga ada keterlibatan Polisi dan TNI, mohon penjelasan”.

Nason Uti, anggota DPRP lainnya menambahkan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai buruknya situasi keamanan masyarakat sipil.” Daerah ini bukan daerah militer atau daerah DOM dan membuat masyarakat takut.

Katanya lagi, “Ini negara hukum, siapa yang bertentang dengan hukum harus dihukum. Siapapun yang melanggar hukum wajib diamankan dan membutuhkan antisipasi masyarakat”.

Buruknya situasi keamanan membuat anggota DPRP khawatir akan berdampak pada tertundanya pelayanan publik bagi rakyat. “Pendidikan dan kesehatan tidak lancar. Pasti ada pegawai yang tinggalkan pekerjaan dan pasti ada anak sekolah tinggalkan sekolah,” Ujar Nathaniel Kobepa, anggota Komisi A DPRP.

Lanjutnya, “Selain itu perekonomian tidak berjalan baik, mata pendapatan masyarakat akan berkurang. Situasi ini membuat semua pihak tidak bisa bekerja.  Seolah-olah ada  perang besar, semua pihak perlu sama-sama membangun daerah”.

Dirinya meminta pemerintah daerah dan kepolisian ikut membantu untuk memperkecil ruang-ruang yang bisa merusak kondisi umum.

Pihaknya sepakat, DPRP wajib memberikan dukungan untuk penyelenggaraan pemerintahan baik pemerintah sipil maupun kepolisian dan TNI Polri. Sehingga langkah yang diambil adalah langkah bersama.

DPRP juga berharap agar pihak aparat  tidak terlalu emosional terhadap masyarakat. Tugas semua pihak untuk mencari solusi. Kapolres bersama masyarakat sama-sama mencari pelaku dan yang salah dihukum.(Tim/AlDP)