Napi Anak di LP Sorong Butuh Perhatian

Napi Anak di LP Sorong Butuh Perhatian

LP Klas II B Kota Sorong

Sorong – Sebanyak delapan narapidana anak di Bapas Sorong butuh perhatian. Mereka menghuni ruang terpisah dari napi dewasa.

Jevius J. Siathen, Kepala Balai Pemasyarakatan Anak Klas II Kota Sorong mengatakan aktifitas napi anak terbatas lantaran minimnya sarana Bapas. “Mereka, ya, aktifitas sehari-hari biasa ikut kegiatan rohani, ada hiburan, tapi tidak banyak juga yang dilakukan, memang harus ada pembinaan bagi mereka,” kata Siathen.

Menurut dia, anak butuh sesuatu yang membuat mereka tidak stress. Pihak Bapas sendiri telah mengupayakan berdirinya beberapa bangunan agar anak bisa lebih leluasa. “Namun kembali lagi pada masalah anggaran. Kalau mau bangun, itu mudah, tapi dari mana biaya,” ujarnya.

Rata-rata napi anak di Sorong terjerat kasus pencurian motor. “Hukuman mereka bervariasi, ada yang setahun, kurang dari setahun, dan ada yang lebih, kita inginkan agar anak bisa cepat dikembalikan pada keluarga,” ucapnya.

Pelanggaran pidana yang dilakukan anak, kata dia, lebih merupakan kegagalan proses sosialisasi dan lemahnya pengendalian sosial terhadap anak. “Ini kembali pada orang tua, kalau rumah tangga bisa menjaga anak, tidak mungkin ada kasus anak,” kata Siathen.

Perlindungan anak diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2002. Pada Pasal 16 dirumuskan bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan antara lain dari penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi dan penangkapan, penahanan atau penjatuhan pidana. “Anak menjadi tanggungjawab Bapas, kita berusaha untuk tetap membuka ruang bagi mereka,” kata Siathen. (tim/Sorong)