Berita

Muncul Penyakit Aneh, Puskesmas Kewalahan Tangani Pasien

Merauke – Puskemas Distrik Muting, Merauke, kewalahan mengatasi sejumlah penyakit aneh yang menyerang warga. Satu diantaranya, lengan pasien membusuk tiba-tiba.
“Saya kok bingung, penyakit apa itu, tidak pernah ada seperti itu, setelah diobati, juga tidak sembuh,” kata Dokter Puskesmas Muting, dr. Ma’rifatul Ula, belum lama ini.
Menurutnya, penyakit aneh timbul tanpa diduga. Ia tidak mempercayai penyakit aneh akibat jampi-jampi atau Suanggi menurut adat orang asli malind Anim. “Saya tidak begitu percaya pada ilmu-ilmu begitu, mungkin saja iya, tapi dalam dunia kedokteran, apapun penyakitnya, tetap bisa didiagnosis, kecuali yang benar-benar penyakit baru,” katanya.
Dalam kunjungan puskemas ke sebuah kampung terpencil di Muting, ditemukan seorang pria sakit dengan lengan yang telah membusuk. Saat itu langsung diberikan obat penenang juga antiseptik. “Kita kemudian merujuk pasien ke Kota Merauke. Hanya saja saya kurang tahu apakah sembuh atau tidak,” ucapnya.
Kunjungan warga memeriksa di Puskemas Muting, sehari mencapai puluhan orang. “Macam-macam sakitnya, ada gatal-gatal, infeksi saluran pernapasan sampai penyakit yang berat, kalau sakitnya parah, kita rujuk ke kota. Jumlah kunjungan sebenarnya naik turun, kadang juga sepi,” kata Ula.
Puskemas Muting terletak tidak jauh dari kantor distrik Muting. Ada dua dokter dan beberapa bidan bertugas. Puskesmas ini melayani Sembilan kampung, diantaranya Selil, Kindiki, Pahas, Boha, Kolam, Seed Agung, Afkap Makmur, Wan dan Selow. “Kita akui kalau warga disini belum sadar menjaga kesehatan. Kadang mereka tidak mencuci tangan sebelum makan, saya juga melihat bagaimana kondisi dalam rumah. Bukannya menjelekan, tapi dari sisi kesehatan, seharusnya tempat tidur tidak disatukan dengan dapur, itu dapat mengganggu pernapasan,” ujarnya lagi.
Ia menyarankan agar pemerintah Merauke lebih banyak turun ke kampung, melihat dan mendengar apa saja yang dibutuhkan warga. “Termasuk tentang tempat tinggal mereka, kalau saja ada rumah layak untuk orang di kampung, saya pasti sangat senang, saya mau mereka juga sehat seperti kita.”
Ula meminta agar dokter di kota dapat juga melayani di pedalaman. “Datanglah ke kampung, kalau di kota, kita tidak akan hayati profesi dokter sebenarnya, di kampung, pelayanan itu benar-benar dinyatakan, kita dapat membantu orang serta tahu bersyukur, di kota, dokter hanya kerjanya cari uang,” tandasnya. (02/AlDP)