Berita

MRP : Fokus Perhatian Pada Korban Penembakan

Korban penembakan Degewo

Jayapura-“Fokus kita adalah bagaimana agar Amos sembuh dulu,kedua untuk meminta pertanggungjawaban atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Degewo dan setelah itu baru kita bahas mengenai status wilayah penambangan itu,mau dibuat seperti apa,” Ujar Yacobus Dumupa S.IP anggota MRP saat mengunjungi korban penembakan Degewo tanggal 15 mei 2012 di RSUD Dok II Jayapura.(25/05/2012).

Menurutnya penting untuk meminta pertanggungjawaban negara “Negara harus menjelaskan sebab jika tidak kejadian seperti ini akan terjadi terus,kami akan meminta pihak kepolisian Papua untuk menjelaskan peristiwa tersebut,” lanjutnya.

 Dia juga mengatakan bahwa masyarakat harus satu suara untuk menyampaikan kemauan mereka supaya MRP dapat juga memperjuangkan hal yang sama.” Kami akan bingung juga dan tidak fokus kalau di tingkat masyarakat masih juga ada perpecahan,sebenarnya apa yang jadi keinginan masyarakat,” tambahnya.

Natalia Kobogau tokoh perempuan Paniai yang datang bersama korban dari Nabire menyampaikan hal yang sama bahwa sebaiknya pembicaraan yang nanti dilakukan harus benar-benar mau mendengarkan isi hati masyarakat.

“ Tanya mereka yang berasal dari sekitar areal penambangan, sebab kalau orang kota bicara dan banyak pihak luar macam perusahaan,mereka bawa mereka punya kepentingan,” katanya.“Kami juga mau kasus ini diusut tuntas,kami minta pertanggungjawaban pihak kepolisian,” Ujarnya tegas.

Amos dan Yulius adalah korban penembakan yang dilakukan oleh 3 orang anggota Brimob Polda Papua pada tanggal 15 Mei 2012 di lokasi penambangan emas Degewo, Lokasi 45. “ Pelakunya,Briptu F, Briptu A dan Bripda E dari Satbrimob Polda Papua,” Ujar Jhon Gobay ketua Dewan Adat Paniai yang terus mendampingi korban. Amos dan Yulius sendiri adalah pekerja penambang emas pada salah satu pengusaha asal Sulawesi di lokasi 99 Degewo,Paniai.(Tim/AlDP)