Berita

Modouw: Pemerintah Habis Akal Cari Solusi Pendidikan

James Modouw, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Papua

Jayapura–James Modouw, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Papua mengatakan, untuk memecahkan masalah kesemrawutan pendidikan di Papua, diperlukan kesadaran murni dan tanggungjawab yang besar dari tiap pelaku pembangunan. Persoalan tak ada guru, fasilitas sekolah kurang serta minimnnya disiplin, sudah menjadi ‘sahabat’ dari dulu yang begitu kompleks.

“Kita mau bagaimana, sudah habis akal untuk pikir itu, sekarang bagaimana pemerintah harus kembali tegas, dulu saat Soeharto, dengan kepemimpinannya yang disiplin, semua bisa berjalan dengan baik, kalau sekarang, ini sulit,” kata Modouw di Jayapura, Sabtu.
Ia mengatakan, sudah berulang kali pembahasan masalah pendidikan ditelaah. Beberapa kebijakan diturunkan untuk meminimalisir kesalahan dalam mengajar. Misalnya memperketat jadwal guru serta membuat daftar sanksi yang berat. “Tapi semua itu tidak jalan, ada sanksi, tapi persoalan ini tetap saja terjadi. Ini masalah lama yang sudah banyak dikaji,” ujarnya.
Modouw menambahkan, guru tak bisa dipaksa seperti robot. Kerap mereka melawan karena merasa ditindas. Tapi demi perbaikan pendidikan, sepatutnya guru harus lebih bertanggungjawab daripada anak didik. “Kita menjadi konsumeris, termasuk guru, karena ada perubahan besar dalam hidup, kita makin tergantung dengan teknologi, akibatnya semua butuh uang, guru juga begitu yang pada akhirnya meninggalkan sekolah,” katanya lagi.
Kesemrawutan pendidikan misalnya terjadi di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke. Beberapa sekolah di sana, yang dulunya ramai, kini mati suri. Misalnya terjadi di SMP Ilwayab, Sekolah Dasar Yulili, SD Padua, dan SD Bibikem. SD Bibikem bahkan tak punya guru lebih dari lima tahun. “Ini masalah, sudah ada penegasan, kalau sekolah yang tidak laksanakan proses belajar mengajar, maka tidak dapat diikutkan dalam ujian,” kata Modouw.
Ia berpendapat, membangun pendidikan merupakan tugas setiap pemangku kebijakan. Ada hal dimana satu bagian dan bagian lainnya saling terkait. “Misalnya masalah keamanan, ini di pegunungan, kalau tidak aman, bagaimana sekolah bisa jalan, disitu butuh peran aparat, begitu juga dengan yang lain.”

Modouw juga mengajak semua siswa-siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional agar belajar baik. “Ada sekitar empat puluh dua ribu siswa yang akan menghadapi ujian, sekitar Sembilan puluh persen soal sudah didistribusikan, kita berharap hasilnya dapat lulus lebih banyak dari tahun lalu,” pungkasnya. (02/AlDP)