Minim Alat Medis, LP Sorong Tak Khawatir

Minim Alat Medis, LP Sorong Tak Khawatir

Jevius J. Siathen, Plt Kepala LP Klas II B Sorong

Sorong – LP Sorong masih membutuhkan bantuan perlengkapan medis. Melayani ratusan penghuni lapas, alat medis yang digunakan selama ini tidak cukup.

Jevius J. Siathen, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Sorong mengatakan, meski minim alat medis, pihaknya tak terlalu khawatir. “Kita tidak punya dokter lapas, kurang alat medis, sementara kalau ada yang sakit, ya terpaksa menggunakan apa saja yang ada,” katanya saat ditemui pekan lalu.

Ia mengatakan, dokter Lapas di Papua hanya ada di LP Abepura, Jayapura. Sementara LP lain di Papua, bersandar pada rumah sakit setempat dimana LP berada. “Tapi masalahnya lagi pada anggaran, kita tidak punya dana yang cukup untuk merawat napi, ini juga masalah,” kata dia.

Perlengkapan medis yang dibutuhkan seperti tempat tidur dan ruangan besar untuk menampung napi yang sakit. “Kalau obat, saya kira tersedia cukup. Saya kira, semua lapas di Papua juga menghadapi hal ini,” ucapnya.

Selain layanan kesehatan, LP Sorong tak punya jam ajar bagi napi yang ingin mengikuti belajar paket. Dibeberapa LP, belajar Paket A, B dan C, bekerjasama dengan dinas pendidikan dan pemerintah daerah. “Tapi kita di Sorong ini lain, kami mengusulkan pada dinas pendidikan supaya mereka membantu mengajar, mereka kan yang membuat ijazah paket, tapi anehnya, mereka minta dibayar, bagaimana itu,” kata Siathen.

Menurut dia, bila ada kepedulian dari pemerintah membina napi, seharusnya dinas terkait tanpa dibayar pun, langsung mengambil alih mengajar paket. “Ini demi masa depan napi, kita usahakan itu tapi belum ada jawaban, tahulah, kita kan tidak bisa mengajar dan membuat ijazah, semua itu urusan dinas,” pungkasnya. (tim/Sorong)