Meski Ada Kendala, PB Apot Tetap Diproses
Pengobatan bagi warga Papua

Meski Ada Kendala, PB Apot Tetap Diproses

Biak – Akhirnya usulan PB (Pembebasan Bersyarat) untuk Apot Nagolik ’Enos’ Lokobal, terpidana 20 tahun kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003,  diproses.

Penasehat Hukum Lokobal, Anum Siregar menandatangi Surat Jaminan dan Surat pernyataan yang sudah disiapkan oleh pihak LP sebagai formulir standar.

Isi Surat pernyataan antara lain menyebutkan bahwa sebagai Kuasa Hukum, sanggup menjamin sepenuhnya narapidana yang diberikan PB agar tidak melarikan diri atau melanggar ketentuan lainnya.

Sebelumnya Anum Siregar juga berkunjung ke Wamena untuk mencari keluarga Apot sebagai penjamin. Namun karena tidak dijumpai dan adanya kendala tehnis yang dihadapi oleh keluarga, Anum kemudian bertindak sebagai Penjamin. “Saya sudah lebih tenang, tinggal tunggu urusan perubahan hukuman atau grasinya Numbungga,” ujar kalapas Biak, Frans E.Nico.BC.IP.S.Sos,MSi, Rabu (12/12/2012).

Sayangnya, selain dua surat yang ditandatangi Anum, Apot sendiri harus menandatangi surat pernyataan berisi pernyataan kesetiaan pada NKRI. Terhadap surat ini, Apot keberatan.

Permintaan untuk menandatangi Surat Pernyataan berasal dari edaran Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua yang  dikeluarkan pada  30 Januari 2012 Nomor W19-PK.01.05.06-31, khusus untuk Kelengkapan Usulan Pembebasan Bersyarat. Surat ini menindaklanjuti Surat Edaran dari Direktur Narapidana dan Pelayanan Tahanan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS2.PK.01.05.06-920.

“Ini semua tergantung Apot, kita tidak bisa paksa, kami tetap proses saja dan nanti kita lihat bagaimana respon dari kementrian Hukum dan HAM,” ujar Edi Wahyudi, S.An, kasubsi pelaporan LP Biak.

Persetujuan PB Apot sudah diputuskan pada rapat TPP LP Biak pada awal Juni 2012, setelah itu Pihak LP Biak mulai menyiapkan administrasi terkait PB Apot. (Tim/AlDP)