Berita

Mengharap Perdamaian,Kampung Arso Kota Diberkati

Keerom-Upacara pemberkatan kampung dilaksanakan di kampung Arso kota pada 27 April 2012 kemarin. Upacara ini dilaksanakan atas kesepakatan bersama masyarakat Arso Kota baik dari adat, aparat kampung, kelompok perempuan, maupun kelompok orang muda di Kampung.

Upacara ini dimulai pada pukul 07:00 WIT pagi. Ibadah pemberkatan dipimpin sendiri oleh Pastor Paroki Santu Willibrodus Arso, yaitu Pastor Roni Guntur, SVD. Hadir  juga Pastor John Jonga, Pr dan perwakilan masing-masing Keret yaitu Nowyagir, Tafor, Uriyager, Borotian, Kyawot, Tuamis, Tayget dan masyarakat Arso Kota. Pada upacara itu, Pastor Roni Mengingatkan masyarakat Arso Kota tentang pentingnya pertobatan, meninggalkan semua kebiasaan lama yang buruk dan mengganggu ketentraman hidup dalam keluarga maupun kampung.

Dalam ibadat itu perwakilan keret membacakan doa mewakili keretnya masing-masing lalu dilanjutkan dengan upacara doa kepada matahari yang dianggap sebagai mata Tuhan yang tidak pernah berhenti melihat perbuatan manusia di dunia. Setelah itu air yang sudah disiapkan diberkati secara adat. Masing-masing perwakilan keret menumpangkan tangan di atas air yang sudah disiapkan dan berdoa dalam bahasa Arso yang bermaksud memohon berkat atas air agar membersihkan kampung dari segala pengaruh roh jahat.

Setelah pemberkatan secara adat, air ini pun diberkati lagi secara Gereja seperti tradisi Katolik oleh Pastor Roni, SVD dan kemudian bersama dengan masyarakat, pastor berjalan memberkati seluruh rumah dan jalan dalam kampung. Upacara pemberkatan ini diakhiri dengan acara makan bersama di Balai Kampung. Semua makanan yang disiapkan secara bersama oleh masyarakat.

“Upacara pemberkatan kampung ini merupakan hasil kesepakatan  kita bersama, sebelumnya pada 19 Maret 2011 lalu sudah ada perdamaian kembali antara keluarga besar Dunung Mamoy dan Keluarga besar Yatgubruk, kemudian pada 1 September 2011 bekerjasama dengan Gereja  melakukan kegiatan peluncuran kampung Damai.  Dan yang ketiga ini  adalah kegiatan pemberkatan kampung “ ujar Servo Tuamis, tokoh adat Kampung Arso Kota saat menyampaikan pengantar di awal Ibadat.

Kegiatan-kegiatan ini diharapkan mendatangkan kembali rasa aman dan damai di dalam kampung, serta membangun kembali rasa kebersamaan dan kerjasama, baik antara adat dan aparat kampung, laki-laki dan perempuan, orang tua, orang muda, maupun anak-anak.

Kampung Arso kota merupakan kampung orang asli yang terletak di Ibu Kota Kabupaten Keerom. Kampung ini sudah lama diberi stigma yang buruk sebagai kampung yang tidak aman terutama karena maraknya konsumsi minuman keras yang sering kali membuat kekacauan.

Meskipun sedikit demi sedikit mulai menunjukkan perubahan, tetapi masyarakat sendiri merasa bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam kampung. Selain  masalah minuman keras, meskpin terletak di pusat Ibu Kota Kabupaten, banyak juga warganya yang masih kesulitan secara ekonomi dan banyak pengangguran serta anak putus sekolah.Sementara hutan tempat mencari makan yang sudah banyak jatuh ke tangan investor.Cepatnya kemajuan pembangunan juga membuat nilai adat dan budaya mereka semakin terkikis.(01/AlDP)