Mengabdi Jadi Guru PAUD

Mengabdi Jadi Guru PAUD

Anak-anak didik PAUD Bunga Papua-Sorong

Sorong-Danarti Wulandari atau yang akrab disapa Danar adalah pengelola PAUD Bunga Papua yang berlokasi di kompleks Aspen RT 001 RW 002 Kelurahan Klagete Distrik Sorong Utara Kodya Sorong.  Perempuan kelahiran Jawa ini bukanlah orang baru untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya. Insist jogja dan Pikul Kupang tempat ia pernah mengabdi sebelumnya dan sekaligus belajar pengorganisasian masyarakat.

Namun pada akhirnya ia hijrah ke Sorong selain untuk mendampingi suaminya Max Binur yang juga seorang aktivis HAM Papua dan Koordinator Perkumpulan Belantara. Danar sendiri masih tetap aktif kerja dalam jaringan advokasi.

Bersama dengan suaminya dan beberapa sahabat mereka di Belantara Papua menggagas pendidikan anak usia dini dengan tujuan agar anak anak asli Papua bisa menikmati pendidikan secara baik ditengah mahalnya biaya pendidikan saat ini.Maka lahirlah PAUD yang diberi nama PAUD Bunga Papua.

Danar berpendapat bahwa mengajar adalah panggilan hidup, sama halnya seperti yang dirasakan oleh Benyum, nama lengkapnya Antonela Benyum. Perempuan asal  Tambrauw.

Kata Benyum, pada saat mendengar Belantara akan mendirikan PAUD maka dia sesegera mendaftarkan diri menjadi relawan guru . “Saat itu saya tidak memikirkan gaji yang ada dalam pikiran saya bagaimana membuat anak-anak papua bisa cerdas dan mampu membangun kepercayaan diri mereka”. Ujar Benyum.

Benyum sendiri telah mengabdikan dirinya sejak PAUD ini dididirikan dua  tahun silam .Sebelumnya Benyum adalah staf honorer PLN dan tahun lalu dia sudah diterima sebagai Pegawai Negeri sipil (PNS) di Kabupaten Tambrauw. Tapi setelah ia pertimbangkan baik-baik dan panggilan untuk mengajar begitu kuat maka dia putuskan untuk tidak menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Memang tidak banyak perempuan seperti dia. Di tengah kebutuhan hidup yang makin meningkat dan jaminan kepastian hidup mapan, bahwa menjadi seorang PNS adalah segalanya. Itu dibantahkan dengan tetap setia menjadi relawan guru di PAUD yang ‘gajinya’ hanyalah Rp 200 ribu/bulan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup perbulan niscaya tidak bisa mencukupi.

Danar dan Benyum mengungkapkan di tengah keterbatasan fasilitas dan anggaran yang mereka miliki, modal yang utama adalah semangat dan kemauan bekerja yang kuat.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Danar dan Benyum, mengajar adalah panggilan hidup dan jika kita menikmatinya  hidup ini terasa mudah. (Tim/ALDP)