Membangun Rumah Masyarakat Yang Tidak Layak Dihuni

Membangun Rumah Masyarakat Yang Tidak Layak Dihuni

Rumah masyarakat Kamdera-Demta

Demta – Program pemerintah untuk membangun rumah masyarakat kampung Kamdera distrik Demta Kabupaten  Jayapura yang bertujuan untuk menolong korban  tsunami pada peristiwa tahun 2008 ternyata tidak memenuhi harapan masyarakat. “Sebelum membangun rumah untuk masyarakat kami mengusulkan ke pemerintah untuk membuat perkampungan baru dengan fasilitas yang lengkap diantaranya, listrik, saluran air  bersih dan rumah yang permanen namun pembangunan  tidak  sesuai dengan maunya masyarakat,” ucap kepala desa  Kamdera,Yonathan Daisiu(29/03/2012).

Lokasi Pembangunan rumah masyarakat terletak diatas gunung yang jaraknya sekitar 3 kilometer lebih dari  kampung Kamdera yang tepat berada di pesisir laut dengan jumlah bangunan sekitar 50 unit dan harga per unitnya  Rp. 60 juta ,dibayarkan langsung oleh pemerintah kepada  Pihak TNI yang bertindak sebagai pelaksana proyek melalui program Tentara Masuk Desa (TMD).

Saat itu aksi TMD berlangsung cepat,pengusuran lokasi,pembuatan jalan sehingga rumahpun jadi.Setelah bangunan selesai tanpa ada sosialisasi sebelumnya, masyarakaat diminta untuk menempati.Masyarakat yang sehari-hari berpola hidup di sekitar laut,kini dipaksa untuk menetap di hutan tanpa dibekali sarana pendukung untuk kehidupan mereka. Namun karena distrik Demta dikenal sebagai daerah merah dan ada konsentrasi TNI di sana maka masyarakatpun bergegas pindah meskipun dalam suasana hidup yang tidak pasti.

Namun tidak berlangsung lama, mulai dari sekitar 3 hari pertama, terjadi keretakan pada dinding-dinding rumah dan penurunan tanah pada lantai dasar rumah yang memang belum padat. Saat itu masyarakat  berusaha melakukan penimbunan, sambil mulai membuka ladang di sekitar tempat tinggal mereka. Namun penimbunan tidak dapat mencegah proses penurunan tanah pada lantai dasar rumah, sehingga masyarakat  berbondong-bondong meningalkan rumah itu dan kembali ke kampung Kamdera.

“Begitu rumah selesai dibangun kami langsung diminta naik untuk  menempati setiap rumah yang sudah dibangun, setelah kami tinggal bukan kenyamanan yang kami alami, malah sebaliknya memberikan beban bagi kami, sehingga kami turun meninggalkan rumah yang dibangun pemerintah,” Ujarnya lagi.

Sejujurnya warga Kamdera berterima kasih karena pemerintah sudah membantu masyarakat namun sangat disayangkan karena sejak awal masyarakat tidak diajak terlibat untuk menjelaskan kondisi wilayah setempat termasuk juga keinginan-keinginan mereka. “ Ini mirip cerita kera yang menolong ikan karena banjir ,kera membawa ikan ke pohon dan ikan mati di pohon,jadi cara kerja pemerintah yang seperti itu untuk membantu masyarakat tapi justru bikin susah masyarakaat,” ucap kepala desa  yang humoris ini.(03/AIDP).