Matham Tunggu Tuntutan dari JPU

Jayapura-“Saya berharap ada putusan yang seadil-adilnya,” ujar Matham saat ditemui di LP Abepura mengomentari proses sidangnya.(27/07/2013).

Sehari sebelumnya, sidang Matham mulai dilanjutkan kembali dengan agenda pemeriksaan saksi. Saat itu kedua saksi antara nama Salim Yaru dan Yosafat Sato tidak hadir di persidangan. Jaksa Penuntut Umum memintakan persetujuan untuk membacakan keterangan saksi.

“Keduanya (saksi) sudah diambil sumpahnya jadi ijinkan kami untuk membacakan keterangannya,” pinta Rina SH selaku Jaksa Penuntut Umum.

Dari keterangan kedua saksi, mereka tidak mengetahui asal senjata tajam(kapak) yang dibawa Matham saat Matham ditangkap oleh pihak kepolisian. Mereka juga mengakui bertemu dengan Matham tanpa sengaja.

Saat itu Matham sedang ojek sambil menunggu istrinya bersiap-siap pergi kerja sebagai cleaning service di rumah sakit Jouwarry Sentani.

Saat JPU menanyakan pada Matham apakah Matham tidak merasa telah melanggar hukum karena membawa senjata tajam(kapak) di tempat umum.

Matham menjawab dengan polos,” itu di kampung, jadi saya pikir biasa, bukan di kota”.

Namun Matham juga mengatakan, jika dia tahu membawa kapak bisa berurusan  hukum yang panjang hingga dia kehilangan pekerjaan, tentu dia tidak akan melakukannya.

Ketika sedang mengojek dari sekitar Dormena, Depapre dan Yapase,  Matham menemukan kapak di jalan, kemudian dia selipkan dipinggangnya sambil menunggu jika ada orang yang bertanya karena kehilangan kapak.

Setelah mendengarkan keterangan Matham(terdakwa), hakim menunda sidang sampai tanggal 1 Agustus 2013 untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU.(Tim/AlDP).