Matham Klembiab Dituntut 7 Bulan

Matham Klembiab Dituntut 7 Bulan

Jayapura-Matham Klembiab yang didakwakan melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 kembali disidangkan di Pengadilan Negeri klas IA jayapura.

Sidang kali ini(01/8/2013) adalah mendengar tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum(JPU). Matham dituntut 7 (tujuh bulan) penjara dipotong dengan masa tahanan, penahanan Matham dimulai sejak tanggal 15 Pebruari 2013.

“Matham terbukti bersalah melakukan tindak pidana membawa senjata tajam tanpa ijin (Pasal 2 UU Darurat RI nomor 12 Tahun 1951),” Ujar JPU sambil menyebutkan bahwa ada barang bukti berupa sebilah kapak kecil pendek pegangannya/hulunya terbuat dari kayu warna coklat sedangkan bagian sisi tajamnya terbuat dari besi berwarna coklat. Matham membayar juga biaya perkara sebesar seribu rupiah.

Setelah berkoordinasi dengan Anum Siregar, SH dan Cory Silpa, SH  selaku Kuasa Hukumnya, maka Matham dan Kuasa Hukumnya langsung melakukan pembelaan secara lisan.

Matham memohon kepada majelis hakim untuk meringankan hukuman atas tuntutan JPU,  dengan alasan dirinya tidak mengetahui kalau membawa kapak(Senjata tajam) di muka umum ada aturannya.

“Saya juga punya 3 orang anak yang masih kecil-kecil, kini tidak dapat bersekolah lagi karena tidak ada biaya sejak saya menjalani proses hukum dan ditahan,”  begitu kata Matham dalam pembelaannya..

Setelah mendengarkan pembelaan dari Matham dan Kuasa Hukumnya, majelis Hakim menyatakan akan berkoordinasi dengan Hakim lainnya termasuk mempertimbangkan sikap dan pembelaan Matham dan Kuasa hukumnya selama proses persidangan.

Selanjutnya sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada hari selasa, 13 Agustus 2013 dengan agenda Putusan dari Majelis Hakim.

Sidang ini dipimpin oleh Marco Erari, SH, Rina Frieska H, SH, MH Selaku Jaksa Penuntut Umum dan Anum Siregar, SH dan Cory Silpa, SH selaku  Kuasa Hukum dari kantor Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP).(Tim/AlDP).