Matan dkk Akan Segera Didampingi

Matan dkk Akan Segera Didampingi

Jayapura – Peristiwa penganiayaan terhadap warga yang diduga dilakukan oknum kepolisian di Depapre, Kabupaten Jayapura 15 Februari 2013 kemarin, memasuki proses hukum.

Tujuh warga disiksa Kepolisian Sektor Depapre setelah disinyalir mereka mengetahui keberadaan Terianus Sato dan Sebby Sambom yang menjadi DPO dugaan kasus melawan negara.

Mereka yang ditangkap diantaranya Daniel Gobay (30), Arsel Kobak (23 tahun), Eneko Pahabol (23), Yosafat Satto (41 tahun), Salim Yaru (35 tahun) dan Matan Klembiap (40)

Dari keterangan saksi, bahwa peristiwa tersebut berawal dari penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian menggunakan mobil berwarna silver, tanpa seragam dan membawa senjata.

Aparat juga menghentikan dua mobil lainnya yang sedang melintas di Depapre. Satu mobil di jalanan menuju Polsek Depapre dan satunya di depan Polsek Depapre.

Pada tanggal 16 Februari 2013, lima yang ditahan kemudian dipulangkan. Sementara terhadap Matan Klembiap dan Dago/Daniel Gobay, polisi melakukan penahanan selama 20 hari. Terhitung mulai tanggal 16 Februari 2013 s/d 7 Maret 2013. Keduanya dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI. No. 12 Tahun 1951.

Pihak keluarga telah meminta tim penasehat hukum dari Aliansi Demokrasi untuk Papua (Aldp) untuk mendampingi Matan Klembiap dan Daniel/Dago Gobay. “Kami sudah mengecek perkembangan kasusnya ke Polres Sentani, sementara keduanya sudah menjalani pemeriksaan dan kemungkinan akan ada pemeriksaan tambahan,” kata Cory Silpa, penasehat hukum di Aldp, Rabu (20/2/2013).

Ia mengatakan, Aldp selanjutnya akan mengajukan permohonan Penangguhan Penahanan terhadap kedua korban. “Besok pendampingan secara intensif mulai dilakukan,” jelasnya. (Tim/AlDP)