Masyarakat Sempat Takut Saat Mau Menolong Korban Polisi

Masyarakat Sempat Takut Saat Mau Menolong Korban Polisi

Arso-“Kami melewati jalan aspal dan melihat ada anggota polisi yang luka, saya sempat bilang sama kakak saya, ada korban, sudah matikah?. Lalu korban menjawab belum. Kami mau tolong tapi takut nanti dikatakan kami yang membunuh karena nanti ada sidik jadi kami pikir langsung lapor ke Polres,” Ujar MT pekan lalu.

MT dan kakaknya FT sedang mencari adik mereka AT yang kemudian ikut ditangkap dan dijadikan Tersangka.

“Sampai di Polsek.,kami langsung katakan kepada polisi ada temannya yang jadi korban, mereka tidak percaya. Kami bilang masak kami tipu. Kemudian ada polisi teriak bilang apel-apel buat teman-teman mereka. Saat itu mereka hitung ternyata betul ada kurang satu”.

Menurutnya, selain dirinya, sebelumnya sudah ada seorang warga yang memberitahukan ada korban polisi kepada polisi saat polisi(truk Dalmas) masih berada di Arso kota, setelah melakukan penangkapan. Selain itu Servo Tuamis, tokoh Dewan Adat  Keerom juga sudah menelpon polisi.

“Mereka tidak percaya, mereka pikir kami tipu atau mau umpan polisi masuk kah?.. Mereka malah ulang-ulang tanya, seenjatanya adakah-adakah,” katanya.”kami sampai jengkel karena mereka lebih sibuk tanya senjata daripada menolong dengan cepat”.

Akhirnya MT dan FT kembali ke tempat korban berada, bersama Servo Tuamis dan beberapa orang mengangkat korban ke depan rumah Servo Tuamis yang tepat di depan jalan utama.

 Menurut FT korban tergeletak dengan luka di kepala, sambil berujar ’tolong saya, allahu akbar’ dan senjatanya masih berada di sisinya.

“Sambil angkat korban, saya jadi ikut bilang ‘allahu akbar,allahu akbar, ikut dia bicara”.

 “Itu juga lama baru polisi datang, kami kembali telepon, dan mereka terus tanya, apakah senjatanya ada atau tidak. Padahal senjata ada dan sudah diamankan sama pak Servo. Polisi itu mungkin masih bisa diselamatkan kalau pertolongan lebih cepat buat dia,” Ujar FT prihatin.(Tim/AlDP).