Masyarakat Enarotali Masih Trauma
Masyarakat Enorotali Paniai

Masyarakat Enarotali Masih Trauma

Masyarakat Enorotali Paniai

Enarotali-Kedatangan para anggota DPRP asal Dapil V di Enarotali kabupaten Paniai digunakan masyarakat untuk menyampaikan permasalahan keamanan yang mereka hadapi sepanjang bulan Agustus.

“Masyarakat masih sangat takut, kalau mau kejar, kejar pelakunya tapi jangan speedboat kami dirusak, “ ujar seorang warga yang datang melaporkan kejadian di Pastoran Santo Yusup, Enarotali.(03/09/2012).

Menurut data di masyarakat ada sekitar 15 speadboat yang rusak, 11 diantaranya di tempat kejadian di ujung lapangan dan 4 diantaranya di tempat terpisah, di danau Aika.

“ Dua hari setelah kejadian kami mendengar pemberitahuan dari Pemda dan pihak Kepolisian bahwa situasi aman, jadi kami bawa speedboat di danau Aika untuk mencari penumpang, malamnya speedboat kami dirusak ,dipukul pakai linggis,” Ujar korban yang lain.

Tidak hanya itu,pembakaran di 3 rumah penduduk telah menyebabkan ikut terkabarnya ijasah dan sertifikat para penghuni rumah.

Setelah menerima berbagai laporan dari warga, anggota DPRP melakukan pertemuan dengan pelaksana tugas Bupati Pania.  Kemudian DPRP akan mengadakan pertemuan untuk mengundang Muspida dan masyarakat.

“Kita mau dengar apakah hari ini masyarakat sudah merasa aman kembali? Atau masih takut. Juga bagaimana proses hukum yang sudah dilakukan oleh pihak keamanan,” Ujar Yulius Miagoni, SH sekretaris Komisi A DPRP.

Nason Uti, anggota DPRP lainnya mengatakan bahwa pemerintah harus menjawab kerugian yang dihadapi oleh warga sebagai korban. “ Speadboat Itu masyarakat punya mata pencaharian jadi harus diganti agar bisa diatasi kesulitan ekonomi mereka,” Ujarnya.

Hingga kini situasi keamanan di Enarotali belum benar-benar kondusif, masyarakat masih dalam ketakutan termasuk masyarakat non Papua. Saat  sore hari terlihat kota Enarotali mulai sepi,apalagi malam hari, tidak ada kendaraan yang berkeliaran,selain mobil dari pihak keamanan.(Tim/AlDP)